Kegelapan malam yang pekat di atas Lembah Kabut Ratapan terasa semakin menekan dada, seolah langit itu sendiri berniat meremukkan tulang-tulang para manusia fana di bawahnya. Awan badai yang menggulung hitam di angkasa sesekali memancarkan kilatan petir ungu tanpa suara, memberikan pencahayaan sesaat yang luar biasa mengerikan.
Angin malam yang berhembus menuruni lereng tebing batu curam membawa serta suhu dingin yang jauh melampaui batas kewajaran alam dunia kultivasi. Setiap hembusan angin yang melintasi lapangan batu giok hijau itu terdengar persis seperti tangisan pilu dari roh-roh leluhur sekte yang meratapi nasib keturunannya.
Permukaan lantai batu giok yang sebelumnya menjadi saksi bisu kejatuhan empat jenius terhebat sekte kini terasa sedingin bongkahan es abadi dari dasar lautan utara. Embun beku mulai terbentuk di sudut-sudut lapangan, memantulkan cahaya lentera temaram dengan pendaran pucat yang sangat menyakitkan mata.
Di tengah lautan keputusasaan yang tidak berujung itu, suara isak tangis dari empat mantan jenius kebanggaan sekte terus bersahutan membentuk paduan suara neraka. Tangisan histeris mereka mengiris-iris sisa kewarasan ratusan murid lain yang masih berdiri mematung layaknya sekumpulan patung lilin cacat.
Ratusan murid elit berbaju putih itu sama sekali tidak berani menggerakkan satu jari pun, bahkan sekadar untuk mengusap keringat dingin yang membasahi dahi mereka. Dada mereka naik turun dengan ritme yang sangat lambat dan berhati-hati, menahan napas sekuat tenaga agar kehadiran mereka tidak mengundang petaka lebih lanjut.
Aroma anyir ketakutan massal menguar sangat pekat dari tubuh-tubuh muda yang sedang menggigil kejang di tengah lapangan luas tersebut. Mata mereka yang terbelalak lebar menatap nanar ke arah panggung kayu cendana merah, tempat di mana sumber segala mimpi buruk ini sedang bersantai.
Di atas panggung megah itu, Penatua Mo Jian menggigit lidahnya sendiri hingga darah kental menetes pelan dari sudut bibirnya yang keriput. Rasa…
Pendekar Mulut Sampah
Tungku Palsu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments