Gui Ying dan Zhao Wuji sama sekali tidak mau tertinggal karena ketakutan yang sama, mereka ikut menyeret tubuh kaku mereka menyusul Lei Ba dengan kepanikan luar biasa. Ketiga grandmaster legendaris itu kini berlomba merangkak menuju semak beracun, bersaing menjadi pelayan yang paling patuh murni demi menutupi aib menjijikkan mereka.
Setibanya di depan tebing yang curam tersebut, mereka bertiga hanya bisa berdiri gemetar menatap duri-duri tajam yang seolah siap mengoyak daging. Gui Ying mulai menangis melolong panjang saat menyadari mereka tidak membawa satu pun wadah botol untuk menampung air embun berharga tersebut.
"Tuan Muda tidak memberikan kita botol giok penyimpan air, bagaimana kita bisa mengumpulkan tetesan embun yang rapuh ini?!" isak Gui Ying penuh dengan rasa frustrasi. Pembunuh tua itu meremas rambut ubannya sendiri, merasa seperti orang paling bodoh dan tidak berguna di seluruh alam semesta persilatan.
Li Zhen yang masih mengawasi dari kejauhan jendela kereta kembali mendecakkan lidahnya dengan sengaja dan memancarkan suara yang sangat keras. "Gunakan daun teratai sutra dari dalam tas dimensimu, dan kumpulkan embun itu dengan cara menjilatnya menggunakan lidah kalian lalu meludahkannya perlahan."
Mendengar perintah yang sangat menjijikkan dan sungguh tidak masuk akal itu, Zhao Wuji langsung memuntahkan cairan empedu kuning dari dalam perutnya. Kepala sekte berwibawa itu jatuh berlutut lemas, menangis sejadi-jadinya meratapi nasibnya yang kini dipaksa menjadi anjing rendahan milik seorang pemuda arogan.
"Lidahku pasti akan membusuk jika menyentuh duri hitam beracun itu, aku tidak akan pernah bisa merasakan manisnya arak lagi!" raung Zhao Wuji dengan suara memilukan. Dia mencengkeram dadanya yang terasa sangat sesak, korset bajanya kembali berderit merdu mengiringi tangisan keputusasaannya yang tiada henti.
Namun ketakutan mutlak akan rahasia korset bajanya dibongkar di depan umum membuat Zhao Wuji terpaksa menjulurkan lidahnya dengan sangat enggan. Pria…
Pendekar Mulut Sampah
-
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments