Tangga Dewa yang Terlalu Licin

Udara di sekitar hamparan tangga kristal es yang menjulang membelah langit itu dipenuhi oleh semerbak aroma magis bunga lotus surgawi yang sangat pekat. Keharuman absolut ini secara teori alam semesta mampu memperpanjang batas umur manusia fana biasa hingga mencapai ribuan tahun lamanya hanya dengan satu tarikan napas murni.

Kabut keemasan berputar-putar dengan ritme yang luar biasa lambat, membawa partikel nektar keabadian yang bersinar gemerlap layaknya taburan serbuk berlian di bawah terik matahari. Suasana di batas wilayah atas Jembatan Tulang Naga kini terasa begitu damai merasuk jiwa, sangat bertolak belakang dengan kengerian hawa neraka yang sebelumnya merajai tempat itu.

Namun, Li Zhen yang baru saja meletakkan ujung sepatu bot sutranya di atas anak tangga pertama mendadak menghentikan seluruh pergerakan santainya. Pemuda bermulut sampah itu mengerutkan hidungnya yang mancung dengan sangat dalam, menciptakan lipatan-lipatan ketidaksukaan arogan yang teramat jelas tergambar di raut wajah tampannya.

Dia mengangkat tangan kirinya yang bebas untuk menutupi separuh wajahnya dengan menggunakan lengan jubah sutra emasnya yang berkibar pelan tertiup angin. Sepasang matanya yang tajam menyipit penuh dengan kilatan rasa jijik yang luar biasa merendahkan, menatap sekeliling seolah dia sedang terdampar di tengah tempat pembuangan akhir kotoran.

"Bau busuk menyengat macam apa yang sedang mencoba kelancangan meracuni saluran pernapasan berhargaku ini?" keluh Li Zhen dengan nada suara sengau karena hidungnya sengaja dijepit rapat. Dia mulai mengipasi wajahnya dengan kipas daun emas pusaka secara brutal dan cepat, berusaha keras mengusir aroma keabadian yang dia anggap murni sebagai polusi udara kelas rendahan.

Bidadari-bidadari bersayap cahaya yang berbaris rapi di sisi karpet merah seketika menahan hentakan napas mereka secara serentak karena terkejut setengah mati mendengar hinaan tersebut. Bahu-bahu ramping mereka bergetar hebat menahan luapan rasa takut yang seketika s…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Kalong Super

Kalong Super

👍👍👍 mantab 5horrr

2026-07-16

1

lihat semua
Episodes
1 Sistem Pembicara Sampah Surgawi Aktif
2 2
3 Mengeksplorasi Sekte dan Mengemis di Aula Makan
4 4
5 Kabut Ilusi
6 6
7 Ayam Pelangi yang Kelebihan Berat Badan
8 8
9 Api Petir di Gubuk Reyot
10 10
11 Badai Asap Pedas
12 12
13 Pagi yang Canggung
14 14
15 Pasukan Pekerja Paksa
16 16
17 17
18 18
19 Arsitektur Penindasan
20 20
21 Inspeksi Paviliun Megah
22 22
23 Pagi yang Mencekam
24 24
25 Bubur Fana di Atas Panci Suci
26 26
27 Rapat Batin Para Dewa
28 28
29 Pahat Batu Bintang Jatuh
30 30
31 Bak Mandi Bintang Jatuh dan Inspeksi Tiran Fana
32 32
33 Busa Sabun Mawar
34 34
35 Pembantaian Serangga Malam
36 bab 36
37 Piknik Fana di Altar Suci
38 bab 38
39 Simfoni Keputusasaan
40 bab 40
41 Tandu Manusia Tulang Emas
42 bab 42
43 Perampokan Berkedok Dekorasi
44 bab 44
45 Kehinaan Harta Karun Surgawi
46 Siksaan Embun Pagi
47 -
48 Jubah Sutra Surgawi
49 bab 49
50 Pengepasan Jubah Surgawi
51 bab 51
52 Inspeksi Mengerikan ke Asrama Murid Dalam
53 -
54 Panggung Kehormatan
55 bab 55
56 Rahasia Memalukan Tuan Muda Bai
57 bab 57
58 bab 58
59 Raksasa Menangis
60 bab 60
61 Runtuhnya Keangkuhan Jenius Formasi
62 bab 62
63 Rahasia Sang Pembunuh Gelap
64 bab 64
65 Tungku Palsu
66 bab 66
67 Sang Penjinak Hewan Buas
68 bab 68
69 Pedang Patah
70 bab 70
71 Peri Giok yang Suci
72 bab 72
73 Penguasa Disiplin
74 bab 74
75 Melodi Palsu
76 bab 76
77 Tarian Ilusi
78 bab 78
79 Palu Raksasa
80 bab 80
81 Undangan Berdarah
82 bab 82
83 Kereta Kuda Naga Emas
84 bab 84
85 Perjalanan Neraka Menuju Kawah Api Penyucian
86 -
87 Gerbang Tulang Purba
88 -
89 Kawah Api Penyucian
90 -
91 Cangkir Teh Giok di Tengah Api Penyucian
92 -
93 Bayangan Menangis di Pesta Teh Berdarah
94 -
95 Menggulung Karpet Sutra di Bawah Hujan Abu
96 -
97 Roda Kereta Berhenti Demi Sekeping Batu Berlumut
98 -
99 Tiupan Napas Keputusasaan di Ngarai Tandus
100 -
101 Nyanyian Jangkrik Hantu Pembawa Bencana
102 -
103 Air Mata Embun di Atas Duri Beracun
104 -
105 Menyapu Embun Kematian dengan Kedipan Bulu Mata
106 -
107 Payung Duri Hitam Penghancur Kewarasan
108 -
109 Payung Duri Berdarah di Bawah Langit Membakar
110 -
111 Rengekan Memalukan di Gerbang Awan Barat
112 -
113 Tarian Anak Kucing di Atas Jembatan Cahaya
114 -
115 Riasan Badut Berdarah di Atas Jembatan Keabadian
116 -
117 Rangkakan Kucing Berdarah di Jembatan Suci
118 -
119 Gerbang Istana Awan yang Terkunci Rapat
120 -
121 Tangga Awan Sepuluh Ribu Langkah
122 -
123 Tanjakan Awan Penyesalan
124 -
125 Turun Sepuluh Langkah Menuju Dasar Keputusasaan Absolut
126 Memancing Ikan Kabut Emas dengan Tali Korset
127 -
128 Ikan Kabut Emas yang Mengejek
129 Tangisan Pilu di Tepi Kolam Kabut Perak
130 -
131 Bayangan Pohon Tulang Hitam yang Patah Hati
132 -
133 Nyanyian Sumbang di Padang Rumput Kaca
134 -
135 Sepatu Sutra yang Tergores Angin Pagi
136 -
137 Tangisan Permata Darah di Ujung Tebing
138 -
139 Penjaga Gerbang Lembah Putus Asa yang Menyerah
140 -
141 Teka-Teki Bodoh Tuan Tanah Kegelapan
142 -
143 Awan Hitam yang Kehilangan Harga Diri
144 -
145 Jembatan Tali Kesedihan Mendalam
146 -
147 Lava Pendidih yang Terlalu Dingin
148 -
149 Inspeksi Kuku Li Zhen yang Tertunda
150 -
151 Kemarahan Naga Tanah yang Sia-Sia
152 -
153 Naga Tanah Menjadi Cacing Penurut
154 -
155 Pintu Masuk Kawah Api Penyucian yang Berputar
156 -
157 Penjaga Pendaftaran yang Kehilangan Jati Diri
158 -
159 Formulir Turnamen yang Terlalu Jelek
160 Panitia Mengemis Ampun di Atas Lutut
161 -
162 Tenda Peristirahatan Bertabur Sutra Emas
163 -
164 Pembunuh Bayaran yang Menjadi Tukang Pijat
165 -
166 Teh Teratai Salju yang Kurang Manis
167 Teh Pagi yang Tertunda di Lembah Ratapan Emas
168 -
169 Rapat Darurat Para Tetua yang Berakhir Tragis
170 Tragedi Jatuh Mental Ketiga Belas Tetua
171 -
172 Bangkitnya Leluhur Suci dari Goa Es Abadi
173 -
174 Pertemuan Menggemaskan di Jembatan Tulang Naga
175 -
176 Mode Penceramah Dewa Diaktifkan Kembali
177 -
178 Membongkar Borok Masa Lalu Leluhur Suci
179 -
180 Negosiasi Alot dengan Dewa Pencipta
181 -
182 Dewa Pun Butuh Telinga untuk Mendengar
183 Hukuman Langit Berubah Menjadi Hujan Berkah
184 -
185 Gerbang Kenegaraan Dewa Terbuka Lebar
186 -
187 -
188 Tangga Dewa yang Terlalu Licin
189 -
190 Tawar-menawar Fasilitas Surga
191 -
192 Kontrak Kerja Paksa Para Tokoh Kuat
193 -
194 Sang Dewa Mulut Sampah Terlelap
Episodes

Updated 194 Episodes

1
Sistem Pembicara Sampah Surgawi Aktif
2
2
3
Mengeksplorasi Sekte dan Mengemis di Aula Makan
4
4
5
Kabut Ilusi
6
6
7
Ayam Pelangi yang Kelebihan Berat Badan
8
8
9
Api Petir di Gubuk Reyot
10
10
11
Badai Asap Pedas
12
12
13
Pagi yang Canggung
14
14
15
Pasukan Pekerja Paksa
16
16
17
17
18
18
19
Arsitektur Penindasan
20
20
21
Inspeksi Paviliun Megah
22
22
23
Pagi yang Mencekam
24
24
25
Bubur Fana di Atas Panci Suci
26
26
27
Rapat Batin Para Dewa
28
28
29
Pahat Batu Bintang Jatuh
30
30
31
Bak Mandi Bintang Jatuh dan Inspeksi Tiran Fana
32
32
33
Busa Sabun Mawar
34
34
35
Pembantaian Serangga Malam
36
bab 36
37
Piknik Fana di Altar Suci
38
bab 38
39
Simfoni Keputusasaan
40
bab 40
41
Tandu Manusia Tulang Emas
42
bab 42
43
Perampokan Berkedok Dekorasi
44
bab 44
45
Kehinaan Harta Karun Surgawi
46
Siksaan Embun Pagi
47
-
48
Jubah Sutra Surgawi
49
bab 49
50
Pengepasan Jubah Surgawi
51
bab 51
52
Inspeksi Mengerikan ke Asrama Murid Dalam
53
-
54
Panggung Kehormatan
55
bab 55
56
Rahasia Memalukan Tuan Muda Bai
57
bab 57
58
bab 58
59
Raksasa Menangis
60
bab 60
61
Runtuhnya Keangkuhan Jenius Formasi
62
bab 62
63
Rahasia Sang Pembunuh Gelap
64
bab 64
65
Tungku Palsu
66
bab 66
67
Sang Penjinak Hewan Buas
68
bab 68
69
Pedang Patah
70
bab 70
71
Peri Giok yang Suci
72
bab 72
73
Penguasa Disiplin
74
bab 74
75
Melodi Palsu
76
bab 76
77
Tarian Ilusi
78
bab 78
79
Palu Raksasa
80
bab 80
81
Undangan Berdarah
82
bab 82
83
Kereta Kuda Naga Emas
84
bab 84
85
Perjalanan Neraka Menuju Kawah Api Penyucian
86
-
87
Gerbang Tulang Purba
88
-
89
Kawah Api Penyucian
90
-
91
Cangkir Teh Giok di Tengah Api Penyucian
92
-
93
Bayangan Menangis di Pesta Teh Berdarah
94
-
95
Menggulung Karpet Sutra di Bawah Hujan Abu
96
-
97
Roda Kereta Berhenti Demi Sekeping Batu Berlumut
98
-
99
Tiupan Napas Keputusasaan di Ngarai Tandus
100
-
101
Nyanyian Jangkrik Hantu Pembawa Bencana
102
-
103
Air Mata Embun di Atas Duri Beracun
104
-
105
Menyapu Embun Kematian dengan Kedipan Bulu Mata
106
-
107
Payung Duri Hitam Penghancur Kewarasan
108
-
109
Payung Duri Berdarah di Bawah Langit Membakar
110
-
111
Rengekan Memalukan di Gerbang Awan Barat
112
-
113
Tarian Anak Kucing di Atas Jembatan Cahaya
114
-
115
Riasan Badut Berdarah di Atas Jembatan Keabadian
116
-
117
Rangkakan Kucing Berdarah di Jembatan Suci
118
-
119
Gerbang Istana Awan yang Terkunci Rapat
120
-
121
Tangga Awan Sepuluh Ribu Langkah
122
-
123
Tanjakan Awan Penyesalan
124
-
125
Turun Sepuluh Langkah Menuju Dasar Keputusasaan Absolut
126
Memancing Ikan Kabut Emas dengan Tali Korset
127
-
128
Ikan Kabut Emas yang Mengejek
129
Tangisan Pilu di Tepi Kolam Kabut Perak
130
-
131
Bayangan Pohon Tulang Hitam yang Patah Hati
132
-
133
Nyanyian Sumbang di Padang Rumput Kaca
134
-
135
Sepatu Sutra yang Tergores Angin Pagi
136
-
137
Tangisan Permata Darah di Ujung Tebing
138
-
139
Penjaga Gerbang Lembah Putus Asa yang Menyerah
140
-
141
Teka-Teki Bodoh Tuan Tanah Kegelapan
142
-
143
Awan Hitam yang Kehilangan Harga Diri
144
-
145
Jembatan Tali Kesedihan Mendalam
146
-
147
Lava Pendidih yang Terlalu Dingin
148
-
149
Inspeksi Kuku Li Zhen yang Tertunda
150
-
151
Kemarahan Naga Tanah yang Sia-Sia
152
-
153
Naga Tanah Menjadi Cacing Penurut
154
-
155
Pintu Masuk Kawah Api Penyucian yang Berputar
156
-
157
Penjaga Pendaftaran yang Kehilangan Jati Diri
158
-
159
Formulir Turnamen yang Terlalu Jelek
160
Panitia Mengemis Ampun di Atas Lutut
161
-
162
Tenda Peristirahatan Bertabur Sutra Emas
163
-
164
Pembunuh Bayaran yang Menjadi Tukang Pijat
165
-
166
Teh Teratai Salju yang Kurang Manis
167
Teh Pagi yang Tertunda di Lembah Ratapan Emas
168
-
169
Rapat Darurat Para Tetua yang Berakhir Tragis
170
Tragedi Jatuh Mental Ketiga Belas Tetua
171
-
172
Bangkitnya Leluhur Suci dari Goa Es Abadi
173
-
174
Pertemuan Menggemaskan di Jembatan Tulang Naga
175
-
176
Mode Penceramah Dewa Diaktifkan Kembali
177
-
178
Membongkar Borok Masa Lalu Leluhur Suci
179
-
180
Negosiasi Alot dengan Dewa Pencipta
181
-
182
Dewa Pun Butuh Telinga untuk Mendengar
183
Hukuman Langit Berubah Menjadi Hujan Berkah
184
-
185
Gerbang Kenegaraan Dewa Terbuka Lebar
186
-
187
-
188
Tangga Dewa yang Terlalu Licin
189
-
190
Tawar-menawar Fasilitas Surga
191
-
192
Kontrak Kerja Paksa Para Tokoh Kuat
193
-
194
Sang Dewa Mulut Sampah Terlelap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!