Jembatan Cahaya yang membentang melintasi perbatasan Benua Awan Surgawi bagian barat itu terus memancarkan pendar keemasan yang teramat menyilaukan mata. Angin suci berembus lembut membawa ribuan kelopak bunga teratai es yang berguguran dari langit, menyapu permukaan jembatan kristal tersebut.
Istana Awan Barat yang melayang di kejauhan tampak semakin megah dan tidak tersentuh, menantang langit biru dengan menara-menara pualamnya yang tajam. Air terjun energi spiritual terus mengalir tanpa henti dari puncak menara, menciptakan melodi alam yang terdengar seperti ejekan bagi para manusia malang di bawahnya.
Namun, keindahan alam tingkat dewa itu sama sekali tidak mampu menutupi aura keputusasaan yang sangat pekat di atas permukaan jembatan. Bau darah segar, keringat dingin, dan air mata penyesalan bercampur menjadi satu, merusak kesucian udara di wilayah barat yang melegenda tersebut.
Di depan kereta naga emas yang melaju teramat pelan, seratus Ksatria Pualam Suci masih terus menari dengan goyangan pinggul yang sangat tidak senonoh. Pria-pria bertubuh raksasa itu mengayunkan tangan cakar kucing mereka di udara, memaksakan senyum badut yang tergambar dari darah dan serbuk kristal.
"Meoooong... meoooong..." paduan suara bariton yang dipenuhi isak tangis itu terus menggema, memantul di antara pilar-pilar pelangi abadi yang melengkung indah. Setiap kali mereka mengeong, para ksatria itu menggigit bibir mereka sendiri dengan kuat untuk menahan jeritan frustrasi yang merobek-robek harga diri.
Jenderal Xing Chen, sang komandan tertinggi penjaga gerbang suci, memimpin tarian memalukan itu di barisan paling depan dengan langkah berjinjit yang gemetar. Pria tampan berhiaskan pita kuning pucat di kepalanya itu menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, seolah jiwanya telah lama terbang meninggalkan raganya.
Keringat dingin terus mengucur deras membasahi dahi Xing Chen, menetes masuk ke dalam matanya dan memberikan sensasi perih yang sangat menyengat. Dia mengepalkan kedua t…
Pendekar Mulut Sampah
Rangkakan Kucing Berdarah di Jembatan Suci
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments