Langit di atas daratan tandus Kawah Api Penyucian perlahan memudar dari warna merah menyala menjadi jingga berkarat yang sangat memuakkan. Awan-awan debu vulkanik mulai berkumpul secara masif membentuk gumpalan raksasa yang menelan habis seluruh sisa cahaya matahari sore di cakrawala.
Hembusan angin panas yang luar biasa kering mulai bertiup liar membelah daratan berbatu hitam yang dipenuhi retakan magma tersebut. Suara peluit mengerikan bergema nyaring setiap kali angin tajam itu melewati celah-celah tebing obsidian yang menjulang tinggi ke angkasa.
Permukaan tanah yang dipenuhi oleh timbunan abu vulkanik perlahan terangkat ke udara melawan gravitasi, menciptakan kabut tipis berwarna kemerahan. Hawa di tempat terkutuk itu terasa persis seperti berada di dalam sebuah tungku pembakaran raksasa yang pintunya telah dikunci rapat dari luar.
Setiap tarikan napas terasa menyakitkan seperti menghirup ribuan jarum tajam berukuran mikroskopis yang langsung menusuk paru-paru tanpa ampun. Benua Awan Surgawi sekali lagi menunjukkan wajah kejamnya yang sejati, bersiap menyiksa siapa saja yang berani menantang keganasan alam liarnya.
Rombongan kultivator elit sekte berjalan tertatih-tatih menembus kabut debu beracun dengan kepala yang tertunduk lesu penuh keputusasaan. Baju zirah perak kebanggaan mereka kini telah tertutup lapisan abu vulkanik tebal, membuat mereka terlihat menyedihkan seperti barisan patung tanah liat hidup.
Zhao Wuji menyeret langkah kakinya dengan sangat pelan di barisan depan, sesekali terbatuk keras hingga memuntahkan bercak darah segar ke tanah. Tangan keriput pria paruh baya itu terus mencengkeram erat tongkat kayunya yang sudah hangus terbakar menjadi arang hitam di bagian ujung bawahnya.
Kepala Sekte yang dulunya sangat ditakuti di penjuru benua itu kini hanya bisa menangis dalam diam meratapi nasibnya yang malang. Otot-otot rahangnya berkedut hebat setiap detik untuk menahan rasa perih luar biasa di telapak kakinya yang melepuh terpanggang hawa tanah.
D…
Pendekar Mulut Sampah
Inspeksi Kuku Li Zhen yang Tertunda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments