Matahari kembar ungu di langit Ngarai Ratapan Angin mulai bergerak naik perlahan menuju titik puncaknya yang paling membakar. Sinar terik yang dipancarkan oleh kedua bola api raksasa itu seolah ingin melelehkan seluruh bebatuan kapur di benua tersebut menjadi lahar kental.
Angin kering berembus sangat kencang, membawa partikel debu berwarna karat yang langsung menempel pada kulit berpeluh para tokoh kuat tersebut. Tidak ada satu pun burung pemakan bangkai yang berani melintasi udara ngarai ini karena gelombang panasnya yang teramat menyengat mematikan.
Di bawah tebing curam yang dipenuhi semak duri hitam beracun, tiga grandmaster bela diri legendaris masih terkapar dalam posisi yang sangat menyedihkan. Mereka menatap sisa-sisa embun di atas dedaunan berduri itu dengan sepasang mata yang memancarkan keputusasaan paling gelap di seluruh alam semesta.
Lei Ba, sang mantan dewa petir yang biasanya ditakuti oleh jutaan pendekar, kini meremas rambutnya sendiri dengan kedua tangan raksasanya. Dia memukul-mukul tanah bebatuan kapur yang keras menggunakan dahinya berulang kali, melampiaskan rasa frustrasi yang sudah benar-benar menghancurkan akal sehatnya.
Air mata penyesalan terus mengalir menderas dari sudut mata Lei Ba, menciptakan jalur-jalur bersih di atas pipinya yang kotor oleh lumpur debu. Pria berotot baja itu merintih pelan layaknya anak anjing yang dibuang, sama sekali tidak memedulikan lututnya yang telah berdarah karena terlalu lama bersujud.
Gui Ying yang berada di sebelahnya justru sedang menggigit bibir bawahnya sendiri sangat kuat hingga darah segar berwarna merah gelap menetes deras. Ketua pembunuh bayaran itu merobek-robek sisa lengan jubah hitamnya menjadi serpihan kecil, menyalurkan amarah tak berdayanya pada selembar kain mahal tersebut.
Jari-jari keriput pembunuh legendaris itu bergetar hebat saat dia mencoba merangkak maju mendekati rimbunan tanaman pematikan tersebut. Gui Ying menelan ludahnya yang terasa sepahit empedu racun, menyadari bahwa dia bena…
Pendekar Mulut Sampah
Menyapu Embun Kematian dengan Kedipan Bulu Mata
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments