Langit malam di atas Lembah Putus Asa perlahan berubah warna menjadi hitam pekat yang menyerupai tumpahan tinta beracun dari kuas dewa kematian. Gumpalan awan gelap berputar-putar dengan sangat lambat, seakan sedang mengaduk lautan keputusasaan yang siap ditumpahkan ke atas daratan Benua Awan Surgawi.
Ribuan bintang berwarna merah darah mulai bermunculan satu per satu, menghiasi kanvas kelam tersebut dengan pemandangan yang luar biasa mengerikan bagi mata manusia normal. Cahaya bintang-bintang itu terus berkedip secara konstan, persis seperti tatapan mata jutaan iblis kelaparan yang sedang mengintai mangsanya dari balik selimut kegelapan malam.
Angin malam berhembus sangat kencang menyapu permukaan tanah berbatu tajam, membawa serta hawa dingin gaib yang seolah mampu membekukan aliran darah dalam hitungan detik. Suara lolongan angin yang melintasi celah-celah tebing obsidian terdengar menyerupai rintihan janda-janda tua yang menangisi kematian seluruh sanak keluarganya di medan perang.
Permukaan tanah lembah ditutupi oleh lumut hitam yang terasa sangat licin, secara konstan mengeluarkan gelembung-gelembung gas berbau busuk yang menyengat lubang hidung. Kabut tipis berwarna ungu pucat merayap pelan setinggi mata kaki, melilit pergelangan kaki setiap pejalan kaki layaknya tentakel hantu penasaran yang mencari teman di alam baka.
Suasana tempat terkutuk itu benar-benar hidup dalam wujud teror psikologis yang paling murni, dirancang secara khusus oleh alam semesta untuk menghancurkan kewarasan makhluk hidup. Tidak ada satu pun suara serangga malam yang berani terdengar berkicau di sini, karena seluruh ekosistem lembah telah lama mati ditekan oleh aura pembunuh tingkat absolut.
Di tengah kegelapan malam yang luar biasa menyiksa itu, rombongan kultivator elit dari sekte berjalan terseok-seok dengan langkah yang sangat menyedihkan. Sepatu bot besi mereka yang dulu selalu disemir mengkilap kini dipenuhi lumpur berbau anyir, terseret berat menghasilkan suara decitan ngilu ya…
Pendekar Mulut Sampah
Teka-Teki Bodoh Tuan Tanah Kegelapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments