Awan badai berwarna merah jambu itu berputar semakin lambat, merespons perintah tak masuk akal dari sang dewa mulut sampah dengan kepatuhan yang memilukan hati. Gumpalan kapas kosmik itu mulai menggembung dan terlihat sangat basah, seolah sedang mengumpulkan seluruh sisa harga dirinya untuk menangis di hadapan penindasnya.
Suara gemerincing pelan terdengar di udara kosong saat tetesan air berwarna kuning keemasan perlahan mulai jatuh dari langit, membelah udara dengan aroma manis yang luar biasa pekat. Ini bukanlah tetesan air hujan biasa ataupun racun mematikan, melainkan murni sebuah seduhan teh madu tingkat dewa yang memiliki suhu kehangatan sempurna.
Tetesan hujan teh madu pertama jatuh mengenai permukaan Jembatan Tulang Naga, menyebarkan aroma harum bunga chamomile dan madu lebah surgawi yang langsung menenangkan saraf-saraf tegang. Hawa panas dari teh itu menguap membentuk kabut tipis berbau manis, menyapu bersih seluruh sisa bau belerang kotor dan aura mematikan yang sedari tadi merajai lembah tersebut.
Li Zhen tersenyum sangat lebar dengan penuh kepuasan, menyadari bahwa ocehan tidak bermutunya sekali lagi berhasil memaksa alam semesta untuk menuruti segala keinginan konyolnya. Dia menengadahkan wajahnya yang tampan ke langit, membuka mulutnya dengan elegan untuk membiarkan tetesan hujan teh hangat itu membasahi tenggorokannya yang mengering.
"Cita rasa madu ini sedikit terlalu manis untuk standar lidahku, tapi ini masih bisa ditoleransi mengingat koki yang menyeduhnya adalah kakek tua yang sedang panik di atas sana." Pemuda itu memberikan ulasan langsung mengenai rasa teh gaib tersebut sambil terus memutar-mutar kipas emasnya dengan santai.
Hujan teh madu itu mulai turun semakin deras, mengguyur seluruh penjuru kawasan Lembah Ratapan Emas dan Hutan Bambu Hitam di sekitarnya tanpa pandang bulu. Keajaiban absurd ini mengubah pemandangan alam yang tadinya mengerikan menjadi sebuah pesta minum teh raksasa yang sangat surealis dan menentang segala hukum fisika l…
Pendekar Mulut Sampah
-
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments