Gelombang kejut brutal dari ledakan tersebut menyapu seluruh sudut ruangan dengan ganas, menghapus bersih ukiran formasi kuno di dinding gua hanya dalam sekejap mata. Leluhur Suci berdiri tegak menantang di tengah reruntuhan es dengan postur tubuh yang luar biasa angkuh dan memancarkan wibawa tingkat dewa yang sangat menekan jiwa.
Jubah putih kebesarannya berkibar liar tertiup oleh angin spiritual yang bersumber langsung dari pusaran energi tanpa batas di dalam pusat inti dantian tubuhnya. Hawa dingin ekstrem yang sebelumnya membekukan isi gua kini sepenuhnya tunduk ketakutan dan menyatu ke dalam setiap tarikan napas panjang pria tampan tersebut.
Namun sayang sekali, raut wajahnya sama sekali tidak mencerminkan keindahan surgawi, melainkan terdistorsi hebat oleh rasa sakit hati dan dendam kesumat yang sangat pekat. Dia tidak bisa menerima kenyataan luar biasa absurd bahwa sekte yang dia bangun dengan susah payah kini sedang dipermainkan oleh seorang pemuda fana bermulut kotor.
Leluhur Suci mengepalkan telapak tangan kanannya kuat-kuat ke udara, menarik secara paksa semua energi dingin di sekitarnya dan memadatkannya menjadi sebuah pedang kristal yang sangat panjang. Pedang suci pusaka itu memancarkan cahaya perak murni yang sangat dingin, benar-benar haus akan darah musuh yang telah berani merendahkan martabat agung perguruannya.
Dia berjalan melangkah perlahan menuju arah mulut gua raksasa itu, di mana setiap pijakan kakinya di lantai es meninggalkan jejak kawah kecil yang terus mengeluarkan uap dingin. Emosi amarahnya meluap begitu besar hingga membuat udara di sekitarnya menjadi sangat berat dan membuat hukum gravitasi bumi terasa berlipat ganda dari biasanya.
Perasaan sedih dan marah terus bergantian menguasai kewarasannya saat dia membayangkan betapa tidak berdayanya sang Kepala Sekte saat dipaksa memilah batu panas. Dia meneteskan satu tetes air mata es yang langsung membeku sebelum menyentuh tanah, menangisi lemahnya mental para generasi penerusnya yang luar…
Pendekar Mulut Sampah
-
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments