Cahaya senja menyelimuti Kota Alkimia Suci dengan warna merah darah.
Bagi penduduk kota, hari ini adalah lahirnya sebuah legenda baru.
Lin Chen dari Sekte Obat Hitam telah mengalahkan para jenius alkimia dan bahkan membuat Utusan Istana Dewa melarikan diri. Kini ia memegang hak atas Brankas Tertinggi Menara Kebenaran.
Namun bagi Ouyang He, hari ini adalah awal kehancuran Klan Ouyang.
Ia melesat menembus langit dengan seluruh kekuatannya.
Pikiran Ouyang He dipenuhi amarah dan kepanikan.
Pewaris utama klannya, Ouyang Tian, telah menjadi cacat tanpa meridian dan Dantian. Ouyang Yan beserta para alkemis terbaik mereka telah tersingkir. Bahkan Bai Ye yang mereka andalkan dari Istana Dewa telah melarikan diri karena ketakutan.
Klan Ouyang benar-benar telah kehilangan muka.
"Aku harus membuka Perbendaharaan Leluhur."
Mata Ouyang He memerah.
"Di sana masih ada Pil Pembentuk Jiwa tingkat enam. Pil itu mungkin bisa memulihkan sebagian Dantian Tian'er. Aku juga bisa menggunakan pusaka tingkat bumi untuk memohon bantuan Bai Ye."
Ia mendarat di depan aula leluhur.
Namun langkahnya mendadak terhenti.
Sunyi.
Terlalu sunyi.
Dua penjaga Inti Emas tergeletak tak sadarkan diri di tangga. Tidak ada luka parah. Hanya bekas pukulan tepat di titik nadi.
"Tidak..."
Suara Ouyang He bergetar.
Ia menerjang ke dalam aula dan menendang pintu hingga hancur.
Tatapannya langsung tertuju pada gerbang emas hitam di ujung ruangan.
Gerbang itu terbuka lebar.
Ratusan rune penyegel yang seharusnya mampu menahan ahli Jiwa Baru Lahir Puncak telah padam.
Tidak ada bekas pertempuran.
Tidak ada kerusakan.
Gerbang itu dibuka dengan kunci aslinya.
Tangan Ouyang He gemetar.
Ia baru teringat sesuatu.
Kunci Perbendaharaan Leluhur telah ia serahkan kepada Lin Chen sebagai bagian dari taruhan dalam pertarungan alkimia.
Wajah Ouyang He seketika memucat.
"Tidak..."
Ia menatap ruang kosong di balik gerbang.
"Tidak...."
Raungannya mengguncang seluruh area Klan Ouyang.
Pilar kebanggaan yang telah berdiri selama lima rat…
Dewa Alkemis Sembilan Benua
BAB 79: Laporan Darah Sang Utusan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments