Dua belas jam setelah Lin Xuan menanam Benih Pengisap Api ke dalam urat magma Lapisan Keenam, perubahan besar mulai terjadi di Kawah Tengkorak.
Di Lapisan Ketiga terdapat aula penempaan yang jauh berbeda dari kawasan tambang di bawahnya. Ratusan tungku berjejer membentuk susunan segi enam. Magma putih mengalir melalui saluran batu dan terus memasok hawa api yang dibutuhkan untuk menempa Baja Bintang Hitam.
Lebih dari lima ratus pandai besi bekerja tanpa henti. Palu mereka menghantam lempengan baja secara bergantian hingga menghasilkan dentang yang menggema di seluruh aula.
Mereka sedang menempa Zirah Bintang Pemusnah. Zirah itu merupakan pesanan Istana Dewa untuk para prajurit Nirwana.
Di atas panggung batu merah, Yan Gu mengawasi semuanya dengan wajah tegang.
Sebagai Tetua Agung Klan Tengkorak Putih, ia adalah orang kedua setelah Ketua Klan. Kultivasinya telah mencapai Setengah Langkah Kekosongan Ilahi.
“Percepat!”
Suara Yan Gu menggema di seluruh aula.
“Seratus set pertama harus selesai dalam lima hari. Jika kalian gagal, Ketua Klan tidak akan membiarkan kalian hidup!”
Para pandai besi semakin tegang.
Baja Bintang Hitam sangat sulit ditempa. Hawa api harus dijaga tetap stabil. Sedikit saja perubahan saat proses penempaan berlangsung, baja itu bisa retak dan kehilangan kekuatannya.
Di tungku utama, seorang pandai besi tua mengangkat lempengan dada yang baru ditempa.
“Hawa apinya stabil. Siapkan palu terakhir!”
Ia mengangkat godam tinggi-tinggi.
Namun sebelum palu itu turun, sesuatu berubah.
Hawa panas dari urat magma tiba-tiba melemah.
Magma yang semula putih menyala berubah menjadi jingga kusam selama sesaat.
Tak seorang pun menyadari penyebabnya.
Benih Pengisap Api yang ditanam Lin Xuan telah menyebar ke seluruh urat magma. Saat mencapai tungku utama, benih itu mulai menyerap hawa api dalam jumlah besar.
Bagi orang biasa, perubahan sesaat itu tidak berarti apa-apa.
Namun Baja Bintang Hitam yang sedang ditempa tidak bisa menahannya.
Krak!
Lempengan baja di atas la…
Dewa Alkemis Sembilan Benua
BAB 92: Murka Tetua Agung Tengkorak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Rinaldi Sigar
lanjut
2026-09-05
0