Lin Xuan melangkah melewati gerbang perunggu yang hancur.
Dari Lapisan Keenam hingga Kesembilan, tidak ada daratan. Hanya lorong raksasa berdinding logam hitam yang dipenuhi duri tajam.
Semakin dalam ia turun, tekanan Tartarus semakin berat.
Saat mencapai Lapisan Kesepuluh, tekanan itu melonjak berkali-kali lipat. Kabut kelabu memenuhi udara. Bahkan seorang kultivator kuat akan sulit bertahan tanpa perlindungan Qi.
Dhuum!
Lin Xuan mendarat.
Pelataran obsidian di bawah kakinya retak dan membentuk kawah besar.
Kabut di sekitarnya tersibak.
Pemandangan di hadapannya membuat tatapannya mengeras.
Lapisan Kesepuluh bukanlah tanah kosong.
Ribuan sangkar besi tergantung di sepanjang dinding. Di dalamnya terdapat para tahanan yang tinggal menyisakan tulang dan kulit. Darah mereka menetes perlahan ke parit yang mengalir menuju pusat lapisan.
Di tengah tempat itu berdiri sebuah salib besar dari kristal darah.
Seorang pria dirantai di atasnya.
Tubuhnya yang dulu gagah kini kurus kering. Bekas cambuk dan luka bakar memenuhi tubuhnya. Tulang rusuknya terlihat jelas. Lengan kirinya bahkan telah hilang sebatas bahu.
Rambut putih menutupi sebagian wajahnya. Namun kepalanya tetap tegak.
Tatapannya masih setajam pedang.
Gu Chen.
Jenderal Besi Darah.
Salah satu dari Sepuluh Dewa Perang yang setia di bawah panji Lin Xuan.
Rantai merah kehitaman membelenggu tubuhnya. Api aneh merayap di kulitnya dan terus mengikis tenaga hidupnya.
Api Rantai Kutukan No. 6.
Api yang tidak membakar daging, tetapi mengikis jiwa dan tenaga hidup sedikit demi sedikit.
Di hadapan Gu Chen berdiri belasan pembunuh berbaju zirah perak.
Pemimpin mereka adalah pria botak bertato kalajengking.
Di tangannya tergenggam cambuk dari tulang naga.
Dia adalah Mo Luo.
Pembunuh Kepala yang ditunjuk Yao Chen untuk menjaga Lapisan Kesepuluh.
Cambuk tulang menghantam dada Gu Chen, dan darah kembali mengalir.
Gu Chen hanya mengangkat wajahnya.
"Masih hidup?" Mo Luo menyeringai. "Jenderal Besi Darah memang keras kepala."
Gu Chen…
Dewa Alkemis Sembilan Benua
BAB 115: Penjara Darah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Rinaldi Sigar
lanjut
2026-09-11
0