Derit rantai menggema di dalam kegelapan. Semakin dalam mereka pergi, semakin panas hawa yang menerpa.
Setiap tarikan napas terasa seperti menelan bara.
Beberapa budak tak sanggup bertahan. Mereka jatuh satu per satu dengan kulit melepuh dan napas tersengal sebelum mencapai dasar.
Lin Xuan berdiri di sudut Derekan.
Tubuhnya gemetar lemah. Wajahnya pucat. Napasnya berat.
Semua itu hanyalah penyamaran.
Pil Pengunci Maut telah menutup sebagian besar meridiannya. Di balik tubuh lemahnya, darah Lin Xuan mengalir tenang.
Panas seperti ini bahkan tak mampu mengguncang tubuhnya yang telah ditempa Teknik Tungku Daging Sembilan Kesengsaraan Tingkat Enam.
Bam!
Derekan akhirnya menghantam dasar kawah.
Debu belerang berhamburan dan memenuhi udara.
"Keluar!"
Pintu besi terbuka.
Di hadapan mereka terbentang Lapisan Keenam Kawah Tengkorak.
Ini adalah tempat para budak menambang Baja Bintang Hitam.
Dinding kawah dipenuhi urat magma yang menyala merah putih. Hawa panas terus mengalir dari dasar kawah dan membuat seluruh tempat terasa seperti tungku raksasa.
Ribuan budak bertelanjang dada mengayunkan beliung.
Tang! Tang! Tang!
Suara besi menghantam batu bergema tanpa henti.
Di antara dentingan itu terdengar lecutan cambuk dan jeritan para budak.
Lin Xuan memandang sekelilingnya.
Tatapannya tetap lemah.
Namun jauh di dalam matanya, hawa dingin perlahan muncul.
Ia akhirnya tiba di tempat yang dicarinya.
Seorang pengawas bertubuh gemuk berjalan menghampiri para budak baru.
Kulitnya penuh luka bakar dan zirah tengkorak putih menutupi tubuhnya. Hawa Transformasi Roh Menengah terpancar dari tubuhnya.
Ia mengayunkan cambuk berduri ke tanah.
"Namaku Pengawas Kuang. Dengarkan baik-baik."
Tatapannya menyapu para budak.
"Setiap orang harus mengumpulkan lima puluh kilogram Baja Bintang Hitam dalam sehari. Siapa yang gagal tak akan mendapat air."
Ia tersenyum kejam.
"Kalau gagal dua hari berturut-turut, kalian akan dilempar ke urat magma."
Cambuknya kembali diayunkan.
Boom!
Sebuah batu besar hancu…
Dewa Alkemis Sembilan Benua
BAB 91: Keringat Darah di Lapisan Keenam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Rinaldi Sigar
lnjut
2026-09-05
0