Lin Xuan berdiri di hadapan Mo Luo.
Sang Pembunuh Kepala gemetar di antara genangan darah anak buahnya sendiri. Tekanan Tartarus yang mengerikan tidak seberapa dibandingkan hawa membunuh dari pemuda di depannya.
"Di mana mereka?"
Suara Lin Xuan tenang. Justru itu yang membuat Mo Luo semakin ketakutan.
"D-Di bawah..." Mo Luo menunjuk ke jurang di tengah penjara. "Lapisan Kedelapan Belas. Dasar Kekosongan."
Ia menelan ludahnya.
"Mereka tidak dipenjara seperti Gu Chen. Mereka dijadikan sumber tenaga."
Tatapan Lin Xuan mengeras.
"Sumber tenaga?"
"Ya!"
Mo Luo buru-buru menjawab.
"Tartarus memiliki Formasi Penolak Qi di setiap lapisan. Formasi itu digerakkan oleh tenaga jiwa para kultivator kuat...."
Suara Mo Luo bergetar.
"Jiwa dan tubuh mereka telah dijadikan sumber tenaga bagi formasi ini."
Hawa membunuh Lin Xuan meledak.
Krak!
Lantai obsidian retak di bawah kakinya.
Sembilan Dewa Perang yang dahulu menemaninya kini dijadikan korban oleh Yao Chen.
"Cukup." Lin Xuan menatap Mo Luo. "Aku sudah mendengar semuanya."
Mo Luo menarik napas lega.
"Kau akan melepaskanku? Aku tahu jalan menuju lapisan bawah. Aku juga bisa memberimu kunci..."
Lin Xuan memotong ucapannya. Tangannya bergerak cepat dan mencengkeram rahang Mo Luo.
Tubuh besar sang pembunuh terangkat dengan mudah. "Aku akan mencabut tulang punggungmu."
Wajah Mo Luo berubah pucat.
"T-Tunggu!"
Lin Xuan tidak peduli.
Tangannya yang lain menembus zirah Mo Luo dan mencengkeram tulang belakangnya.
Krak!
Tulang itu tercabut dalam satu tarikan. Darah menyembur ke lantai.
Jeritan Mo Luo menggema di seluruh Lapisan Kesepuluh.
Lin Xuan melemparkan tubuhnya ke tanah. Tatapannya lalu beralih ke jurang gelap di tengah penjara.
"Lapisan Kedelapan Belas..." Matanya menyipit. Lin Xuan melangkah menuju jurang.
"Kali ini aku tidak akan membiarkan siapa pun menungguku lebih lama."
Jeritan Mo Luo terhenti.
Darah menyembur saat tulang punggungnya tercabut utuh. Tubuh tanpa tulang itu jatuh menghantam lantai obsidian.
Lin Xuan membuang tula…
Dewa Alkemis Sembilan Benua
BAB 116: Turun ke Dasar Jurang Kekosongan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Rinaldi Sigar
lnjut
2026-09-11
0