Belum genap dua belas jam sejak Pak Tua Mo memuntahkan batu racun dari tubuhnya. Jalan di depan Tempat Pengobatan Obat Hitam sudah dipenuhi ribuan budak tambang.
Lebih dari tiga ribu orang berdiri di bawah gerimis abu. Tubuh mereka lemah dan batuk darah. Namun untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, mata mereka menyimpan harapan.
Di dalam gudang, tiga kuali besi raksasa menyala di atas tungku batu bara. Lin Xuan berdiri di hadapannya sambil mengaduk ramuan yang terbuat dari lumut asam dan abu arang.
Tidak ada Api Surgawi. Tidak ada Qi.
Ia hanya menggunakan pengetahuan fana yang selama ini dianggap remeh oleh para kultivator.
"Xiao Ya, aduk kuali kedua. Jangan terlalu cepat. Jaga panasnya tetap stabil."
"Baik, Tuan Muda!"
Xiao Ya melompat ke tepi kuali. Dengan tongkat besi berat, ia mengaduk cairan hitam tanpa kesulitan.
Di pintu masuk, Su Yue'er menjaga ketertiban. Hawa dingin dari Kutukan Kutub Es menyebar perlahan dan membuat udara pengap terasa lebih bersih. Para budak yang melihat sosoknya yang anggun dan dingin tidak berani membuat keributan.
Sementara itu, Lin Xuan terus meracik obat.
Hari ini, ia tidak hanya menyembuhkan penyakit.
Ia sedang menanam akar kekuasaannya di Sektor Empat.
Pak Tua Mo yang kini telah pulih dan kembali ke tahap Transformasi Roh Awal bertugas mengatur antrean. Di sampingnya, San'er membagikan mangkuk kayu.
"Satu mangkuk untuk setiap orang! Minum di sini. Muntahkan racunnya ke parit. Setelah itu kembali ke barisan!"
Suara Pak Tua Mo menggema lantang. Wibawanya sebagai seorang ahli mulai kembali.
Satu per satu para budak menenggak ramuan hitam itu.
"Uhuuk!"
Muntahan terdengar bersahutan. Batu racun berwarna hitam keperakan keluar dari tubuh mereka dan jatuh ke parit.
Setelah itu, terdengar isak tangis lega.
Meridian yang membatu selama bertahun-tahun kembali terbuka. Qi yang lama terpendam mulai mengalir. Satu demi satu aura Jiwa Baru Lahir dan Transformasi Roh bangkit dari kerumunan.
Bagi para alkemis biasa, menyembuhkan mereka me…
Dewa Alkemis Sembilan Benua
BAB 87: Jaring Laba-Laba di Sektor Empat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments