Indonesia
NovelToon NovelToon
Peri Manis Mematikan

Peri Manis Mematikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kyofuu Kana

Kashima Shizalena merupakan nama baru dari satu - satunya penerus Kekaisaran V'elf. Dikarenakan dirinya adalah seorang perempuan, ayahnya pun memberikan 2 pilihan yang sulit. Pilihan pertama adalah menikahi seorang lelaki guna meneruskan jabatan sang ayah. Pilihan kedua adalah pergi dari istana dan membuang nama serta jabatannya atau bisa disebut juga menyamar sebagai warga biasa untuk menerima pengakuan mandiri.

Tanpa perlu ragu, dia pun memilih pilihan kedua dan memulai kehidupannya dengan mendaftarkan diri ke sebuah sekolah di kota terpandang, Luchivt. Karena asal usulnya yang tidak jelas, Lena pun dipandang rendah dan sering dibully di sekolahnya. Banyak sekali masalah yang selalu datang menimpanya.

Petualangan akan terus berlanjut hingga dirinya bertemu dengan ke-3 teman baiknya yang akan mendukung sang peri dalam pengakuan mematikannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyofuu Kana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Umpan

Menunggu matahari terbit dan langit menjadi sedikit terang memang melelahkan juga menegangkan. Bukan kenapa, tetapi karena yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia. Seharusnya berpacu dengan waktu, menyelamatkan siapa saja yang bisa diselamatkan saat itu. Tetapi apa boleh buat, karena orang yang akan diselamatkan adalah Vano dan Sheint.

Menanti waktu yang tepat untuk melawan balik adalah salah satu dari cara menuju keberhasilan saat berhadapan dengan musuh kuat, cerdik, dan pintar. Lengah sedikit saja, hilang harapanmu untuk menyelamatkan korban. Saat ini, jantung Lena berdetak sangat kencang dari biasanya. Beberapa jam yang lalu, mata - mata kerajaan lain itu hanya terlihat sedang bersantai dan berdialog satu sama lain.

Mengabaikan keberadaan Vano dan Sheint serta kedua manusia yang telah hilang nyawanya, seakan mereka menikmati waktu malam yang mendekati matahari terbit ini dengan santai.

"Nona, setidaknya saat ini masih ada banyak waktu untuk menunggu kita menyerang balik. Apakah nona tidak ingin beristirahat sebentar ? Biarkan saya yang berjaga disaat nona istirahat." ucap Raven

"Tidak, terima kasih Raven. Justru aku memiliki ide yang bisa dibilang aman bagi kita. Alangkah baiknya bila kita panggil militer kota Regade untuk menangkap mereka bersamaan dengan kita membebaskan Vano dan Sheint. Bagaimana ?" jawab Lena setelah menggelengkan kepala ke arah Raven.

"Ide yang bagus, nona. Kalau begitu mari kita panggil mereka sekalian mencari udara segar."

***

Tinggal beberapa detik lagi misi penyerangan balik akan dilakukan, semua persiapan telah usai dan Lena serta Raven berjaga di tempat yang jaraknya bisa dibilang lumayan dekat dengan mata - mata kerajaan lain itu.

***

Brakkk !!!!!

Seseorang dari mata - mata kerajaan itu tiba - tiba saja mengamuk dan melemparkan sesuatu yang berada di dekatnya. Tepat disaat itu juga, Vano mengedipkan sebelah matanya ke arah Raven dan Lena berada.

"Ini waktunya, nona..."

"Siapa sangka Vano dapat menemukan keberadaan kita.." lanjut Raven yang sudah berdiri

"Benar sekali" Lena ikut bersiap

Splash !! Tak tak tak

Suara pasukan berkuda terdengar jelas membuat mata - mata kerajaan lain itu goyah dan panik. Mereka berkumpul menjadi satu dan hendak menarik Vano serta Sheint yang menjadi sandra tetapi gagal. Karena Lena dan Raven terlebih dahulu tiba dan menyelamatkan mereka berdua. Lena berlari ke seseorang yang tadi dia lihat sedang mengamuk, kemudian Lena menjatuhkannya dan mengikat kedua tangannya dan kedua kakinya.

"Hahahaha... ternyata nona cantik nan manis juga berada disini ya ? Senang sekali rasanya." ujar Vano

"Dasar, mau sampai kapan kalian berdua membuat kita berdua menunggu ?" ejek Sheint

Raven dan Lena hanya tertawa ringan mendengar candaan yang terucap dari mulut Vano dan Sheint. Syukurlah mereka berdua tidak apa - apa. Masalahnya kini adalah kedua manusia tidak bernyawa yang juga berada tak jauh dari tempat mereka berpijak. Lena menyerahkan seseorang tadi ke jenderal Charles Theodore Dexter untuk diamankan dahulu supaya tidak menghambat misi penuntasan mata - mata.

"Kerja bagus nona Rydia, yang tadi itu adalah pemimpin mereka. Nona memang bergerak cepat dalam hal - hal membahayakan seperti itu ya ? Seolah - olah tiada keraguan dalam setiap tindakannya." puji Vano dan Sheint, kemudian menepuk pelan punggung Lena.

Raven ikut tersenyum melihat Lena, Vano, dan Sheint saling tersenyum. Segera setelah itu, mereka tersadarkan oleh situasi saat itu. Sesuai kesepakatan, Vano, Lena, Raven melangkah ke arah manusia tak bernyawa itu berada. Sedangkan Sheint ikut dengan pasukan kecil dari militer kota Regade untuk menangkap 10 mata - mata kerajaan lain.

Sheint juga mengarahkan para pasukan militer kota Regade ke tempat dimana para mata - mata itu selama ini berada. Mereka menyerang markas beserta orang - orang di dalamnya secara menyeluruh. Ternyata ada gunanya mereka menangkap Vano dan Sheint sebagai sandra. Rupanya selama ini Vano dan Sheint sangat berguna sebagai umpan untuk menangkap sesuatu yang besar dan membahayakan.

Di lain sisi, Vano menjelaskan semua hal yang terjadi termasuk disaat dia dan Sheint lepas komando dari Raven secara tiba - tiba sehingga membuat Raven kebingungan. Ketika Raven sedang mengkhawatirkan tentang pemanggilan Lena ke kota Kieny, Vano dan Sheint diam - diam mengikuti salah satu dari mata - mata kerajaan lain itu yang mereka kira mencurigakan. Tetapi memang benar mencurigakan, mereka dibawa ke markas dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa orang yang dia ikuti tadi adalah seseorang yang kanibal. Melihatnya secara langsung membuat Vano dan Sheint bergidik ngeri, akhirnya mereka ditangkap karena bertingkah aneh.

"Jadi seperti itu ya... dan tempat ini ternyata memang taman bunga.." sahut Lena.

"Iya, akhirnya nona Rydia bisa melihatnya sendiri bahwa tempat ini memang benar - benar taman bunga. Sayang sekali bila ada manusia tak bernyawa dibawa kemari dalam keadaan mengenaskan seperti ini" jawab Raven.

"Vano, apakah mereka berdua dibunuh untuk dijadikan sumber makanan juga bagi para mata - mata itu ? Bila memang iya, mengapa aku merasa bahwa mereka dibunuh secara mengerikan." Lena menatap kedua manusia tak bernyawa itu, kemudian berbalik menatap ke arah Vano.

"Mengapa nona Rydia menanyakan hal itu ?" jawab Vano.

"Bukankah aneh sekali apabila membunuh sesuatu yang nantinya akan dikonsumsi secara sembarangan ? Ini seperti penyiksaan. Lihat, ya kan ?"

"Benar sekali. Mereka berdua salah apa, Vano ?" timpal Raven.

"Yah- nona Rydia memang benar - benar teliti. Aku sudah pernah bilang sebelumnya bahwa pemimpin mereka memiliki penyakit mental paranoid. Nah, itu saja sudah bisa menjelaskan semuanya bukan ? Dan lagi mereka berdua bukanlah penduduk Kekaisaran V'elf, jadi takkan ada masalah bagi kita semuanya." jelas Vano.

"Mereka sedikit salah paham dengan pemimpinnya dan mereka tetap bersikokoh tidak mau minta maaf, makanya mereka diperlakukan seperti ini. Begitu ?"

"Iya benar nona Rydia. Terus kita mau bagaimana ?" jawab Vano dengan kedua tangan di dada.

"Sepertinya setelah ini akan ada panggilan secara khusus ke istana Kekaisaran karena rencana kita bisa dibilang telah berhasil. Apakah nona Rydia akan hadir ?" ucap Raven dengan nada sedikit merajuk.

Lena menghela nafas panjang, raut wajahnya mendadak malas. Raven dan Vano yang melihatnya pun tertawa senang.

"Nona Rydia terlihat terbebani akan hal ini, Vano."

"Setuju, lihatlah wajahmu sendiri nona, aneh sekali. Hahahahha !" ejek Vano kemudian.

Mereka semua pun menjemput Sheint dan pergi ke tempat kaisar berada, yaitu istana Kekaisaran V'elf. Lena berhenti di kota sebelah untuk mempersiapkan rencana ekslusifnya sendiri supaya dapat mengantisipasi adanya kekurangan dari pembahasan rencana mereka yang berada di istana. Sang ayah yang telah menunggu kehadiran putrinya pun menghela nafas panjangnya.

"Begitukah, Raven ? Memang dasar putriku itu adalah keturunan dari istriku." ucapnya lemas setelah mendengar penjelasan mengenai Lena dari Raven, anak dari penasihatnya.

"Berarti nona Rydia tidak ada darah keturunan dari anda, yang mulia ?" jawab Raven bercanda.

"Jahat sekali bicaramu, Raven.. Hiks hiksss"

Raven dan Kaisar Liebe Rexmird V'elf saling tertawa sesuai bercanda.

1
IdDesiRswt
cerita nya seru nih, jgn lupa mampir juga di karya ku ya
Irma
terimakasih sudah mampir di karyaku Thor. semangat ya👍
Willyam Loius
Sudah mampir nih, smangat ya!
litaacchikocchi
Lnjut thor /Blush//Blush//Blush/
Kyofuu Kanayuki: Iyaa kakk/Rose/
total 1 replies
PORREN46R
lumayan menarik ceritanya, semangat terus ya author
mira asmara yanti
cerita nya bagus , semangat
jangan lupa mampir juga kecerita ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!