Indonesia
NovelToon NovelToon
Dendam Sang Aquarius

Dendam Sang Aquarius

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cindy Permata putri

Calandra adalah seorang wanita yang pintar dan cerdas, serta selalu sepenuh hati dalam melakukan apapun termasuk dalam urusan percintaan.
Namun kesetiaannya tak dihargai oleh Draco, laki-laki yang sudah berhubungan dengan Calandra selama hampir tiga tahun sejak mereka sama-sama masuk di sekolah menengah atas.
walau awalnya semua terasa menyiksa Calandra pada akhirnya dia memilih untuk membalas dendam dan membuat Draco merasakan apa yang dia rasakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cindy Permata putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3 Semakin akrab

Masa orientasi untuk para murid baru di sekolah itu sudah selesai sejak beberapa minggu lalu. Kini kegiatan belajar mengajar pun sudah di mulai. Benar saja, kini Calandra dan Raline menjadi teman satu kelas dan mereka sangat mensyukuri hal itu. Saat teman-teman lain sibuk bertukar teman sebangku atau mencari teman yang cocok, Raline dan Calandra tetap pada formasi semula sejak awal mereka bertemu di masa perkenalan lingkungan sekolah. Mereka memutuskan untuk tetap duduk bersebelahan.

Sejak duduk bersama Raline, Calandra pun jadi semakin dekat dengan Hakim dan Draco, teman Raline sejak dahulu kala. Mereka pun jadi sering menghabiskan waktu bersama walau mereka tidak berada dalam satu kelas bahkan kelas mereka berada di lantai yang berbeda.

“Nih gue bawain lo susu coklat,” ujar Draco kepada Calandra saat keduanya duduk di kantin sekolah sambil menunggu Hakim dan Raline yang sedang sibuk mengantri makanan dan minuman.

“Perasaan gue, gue ngga ada pesen susu coklat sama lo co.“

“Emang ngga. Gue aja yang mau kasih,” balas Draco datar.

“Lahu dari mana kalau gue suka susu coklat?“ tanya Calandra agak kebingungan.

“Ya tahu dong. Kita kan udah sering hang out bareng,” jawab Draco.

“Oh, iya juga ya. By the way gue minum ya ini. Makasih banyak lho,” ujar Calandra sambil meminum susu dalam kotak itu.

“Nanti siang gue anter, mau ngga?“ Tanya Draco.

“Anter gue? Anter kemana?“ mendadak Calandra tak bisa berpikir.

“Lho, bukannya nanti siang, abis pulang sekolah kelas lo ada kegiatan berenang di luar?“ Draco bertanya.

“Kata Raline?“ tanya Calandra mulai menyadari.

“Iya.“ jawab Draco cepat.

“Iya sih tapi kan dari sekolah kita pada naik angkutan umum yang udah disediain pihak sekolah,” ujar Calandra.

“Ya udah lo mah ngga usah naik angkutan umum itu. Lo bareng gue aja naik motor,” Draco menyarankan.

“Trus si Raline gimana? Kasian dia nai,k angkutan umum sendirian“ tanya Calandra sekaligus merasa tidak enak dengan temannya yang satu itu.

“Biar aja, dia mah naik angkutan umum. Toh dia juga ngga bener-bener sendiri kan di angkutan umum itu. Kan ada temen-temen sekelas kalian,” tukas Draco.

“Wah ngaco sih lo. Ngga mau ah gue, kasian Raline,” balas Calandra.

“Pada ngomong apaan sih kalian? Serius amat,” ujar Raline sambil membawa dua mangkuk bakso pesanan dia dan Calandra.

“Gue mau ajak si Calandra buat bareng gue nanti,” jawab Draco sambil membantu Raline meletakan mangkuk bakso di atas meja.

“Kemana?“ tanya Raline bingung.

“Berenang,” jawab Draco lagi sambil memberi isyarat.

“Oh, berenang nanti siang pas pulang sekolah? Ya udah lo bareng si Draco aja Cal,” ujar Raline.

“Lah, terus lo sama siapa?“ tanya Calandra kebingungan.

“Sama siapa? Gue bareng temen-temen satu kelas lah. Pake tanya sama siapa!?“ balas Raline.

“Maksud gue, kita khan biasa kemana-mana barengan, masa sekarang pisah-pisah gini,” lanjut Calandra makin merasa tidak enak dengan Raline.

“Emangnya kalo sekali ini kita ngga sama-sama artinya lo mengkhianati persahabatan kita?!“ ujar Raline.

Calandra terdiam sejenak lalu berkata,”Ya ngga dong.“

“Ya udah kalau gitu. Berarti ngga masalah kalau nanti lo dianter sama si Draco,” ujar Raline sambil mengaduk kuah bakso yang sudah diraciknya dengan saus dan sambal.

Seolah sudah menyepakati keputusan perdebatan itu, mereka pun melanjutkan makan siang mereka sebelum waktu istirahat berakhir.

******

Bel panjang berbunyi sebanyak empat kali, bertanda waktu pulang sekolah telah tiba. Seluruh murid berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.

Begitu pula Calandara dan Raline yang segera turun dari lantai empat gedung sekolah mereka menuju lapangan sekolah.

Hari ini bukan hanya kelas Raline dan Calandra yang mendapat jadwal kegiata nberenang tapi ada satu kelas lain juga yang mendapat jadwal berenang.

Maka pada titik kumpul itu ada dua kelas yang jadi satu dengan jumlah total murid sebanyak enam puluh murid.

“Udah kumpul semua?“ tanya guru olah raga mereka.

Para murid saling bertukar pandangan berusaha mencari tahu apakah teman-teman mereka sudah lengkap jumlahnya.

“Kayaknya sih sudah pak,” terdengar jawaban dari salah satu murid.

“Bapak absen aja ya. Biar jelas semua udah kumpul apa belum,” balas guru olah raga itu.

Guru olah raga pun mulai mengabsen satu persatu murid yang ternyata sudah lengkap jumlah ya.

“Oke. Karena sudah lengkap semua. Kalian boleh ke lahan parkir depan dan naik sesuai absen yang tertulis di kertas yang sudah saya tempel di jendela depan mobil,” ujar guru opah raga itu memberi intruksi.

“Baik paaakkk… “ balas para murid.

Lalu dengan tertib para murid berjalan menuju tempat parkir mobil-mobil yang akan membawa mereka sampai ke tempat mereka akan melakukan kegiatan berenang.

“Pak, kalau naik motor sama temen boleh?“ tanya Calandra kepada guru olah raga ketika mereka sampai di tempat parkir.

“Tidak bisa Cal. Kalau nanti pas pulang dari sana boleh lah” jawab guru olah raga itu.

“Oh, baik pak. Kalau gitu saya izin sebentar buat kasih tahu temen saya kalau saya tidak jadi bareng dia sekarang,” ujar Calandra meminta izin.

“Oke. Tapi jangan lama-lama. Kita sebentar lagi berangkat,” jawab pak guru.

Calandra melesat cepat mencari Draco di tempat parkir khusus motor yang berada dekat pintu gerbang sekolah.

Calandra tidak memerlukan waktu yang lama untuk menemukan keberadaan Draco yang sedang duduk manis di atas motor matic miliknya.

Melihat Calandra berjalan cepat ke arahnya, Draco mengubah posisi duduknya, yang awalnya santai jadi berubah ke mode siap berkendara.

“Gue ngga jadi bareng lo,” ujar Calandra.

“Lah kenapa? Tadi pas di kantin lo udah setuju buat gue anter ke kolam renang,” balas Draco.

“Ngga boleh sama pak Yuda. Semua harus naik angkutan umum yang udah disewa sama pihak sekolah,” jawab Calandra memberitahu.

“Oh gitu. Ya udah, gue bisa apa?!“ ujar Draco dengan nada kecewa.

“Tapi kata pak Yuda, nanti pas balik dari sana kita baru boleh buat pisah dari kelompok dan pulang sendiri-sendiri,” Calandra menambahkan informasi yang dia dapat dari guru olah raga mereka itu.

“Oh gitu. oke deh kalo begitu. Kalau gitu gue tunggu lo pas balik aja nanti ya, gimana?” ujar Draco yang moodnya kini berubah menjadi senang kembali.

"Terserah lo aja co."

setelah mengabari kondisi yang ada, Calanda pun segera kembali ke tempat parkir dimana mobil yang akan membawa dia dan teman-teman sekelasnya itu ke tempat renang berada.

Setelah mencari-cari mobil mana yang harus dia naiki, akhirnya di mobil terakhirlah Calandra harus naik dan sialnya di mobil itu tidak ada Raline. Dia dan Raline terpisah beberapa unit mobil.

Walaupun Calandra bisa berbaur dengan siapa pun, terlebih lagi teman satu kelasnya, namun tetap saja dia merasa jauh lebih nyaman bila bisaa bersama dengan Raline.

1
Mutiara
wahh
Alluka
finally tamat juga, mksh kak untuk karyanya meski terrasa endingnya terlalu cepat, trs kaya gak kerasa draco menderitanya gt. 🤣 overall aku suka, tidak terlalu berat. tetap semangat!
Cindy Cendol: terima kasiiihhh...🥰
total 1 replies
Ismi Kawai
bikin bonchapnya donkkk
Ismi Kawai
so sweet... ❤❤❤
Ismi Kawai
cepet banget ketauannya. lanjuttt
Ismi Kawai
ini toh inti dari judulnyaaaa
Ismi Kawai
loh, bukannya draco bilang mau jemput. kok malah pulang sama birawa?? ya pantes draco kirim pesan kaya gt, liat calandra dianter pulang sama cowo lain kali.
Ismi Kawai: di ban sebelumnya draco bilang mau jemput pulanggg
total 2 replies
Ismi Kawai
calandra mulai tergoda neh. yaudah sikat adja... ada dua, ngapain cuma satu? 🤣
Ismi Kawai
kirain sms apaan, hahah, bikin kaget adja. aku sempet ngira itu draco yg sms mergokin calandra pulang brg cowok lain. gregeeettt
Cindy Cendol: aku juga ngira gitu😄😄😄
total 1 replies
Alluka
aku klo jd calandra mending gak usah lanjut. agak gmn gt sama cowok yg berani selingkuh
Alluka
ini seh parah. ckckckc
Alluka
wow, agak kaget ya klo draco begitu
Ismi Kawai
plotwist banget
Ismi Kawai
calandra sama hakim adja.. hempaskan draco itu
Ismi Kawai
putusin adja, gak guna cowok macam tu!
Triana Purnami
komek bagus
Cindy Cendol: terima kasih
total 1 replies
Ismi Kawai
5 bintang buat karya kerenmu. ❤❤❤
Ismi Kawai
yang kalem2 justru berbahayaaaaa... iyuhhh
Alluka
ini jaman kapa ya kak?? masih pake diary
Cindy Cendol: ayo coba tebak😄😄
total 1 replies
Alluka
draco kasih kode tuh cal... hihihi. btw, draco kaya nama musuhnya harry potter, bnr gak seh?
Cindy Cendol: betul. Draco melfoy yang ada di Harry Potter.
kamu pinter🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!