Zoya adiva natalio atau biasa di panggil oya bahkan nama natalio yang tersemat di namanya hanya dia yang tau entah karna sebab apa orang tuanya membencinya hingga zoya pun seperti tak di anggap oleh keluarganya.
-apakah Zoya akan menemukan cinta dan kasih sayang dari keluarga nya atau zoya akan merasakan semua itu dari orang asing di hidupnya-
________
makasih yang udah mampir mampir aja, (◍•ᴗ•◍)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah dhanii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ku menangis....
"Mom.. bagaimana keadaan adik"Zain memanggil mommy nya saat ini ia dan teman-temannya sudah ada di ruang tamu tempat Zoya di rawat bersama dengan kedua orang tua Zio dan Daddy nya pun di sana ia, sempat terkejut kala menyadari jika ada Daddy di sana.
"Adik kamu sedang istirahat,belum bisa di ganggu dulu"ucap mommy Zeeya pada Zain
"Wah ini buat Zain ya"celetuk Zain saat melihat ayam panggang di meja
"Makan aja gak papa,ayo Varo Ryan makan juga ayo.."ajak bunda Luna pada teman Zain yang ikut mengantar Zain ke rumah sakit.
"Wah makan gratis ngak boleh di lewatin nih"ucap Ryan yang membuat ia terkena pukulan ringan di lengannya oleh Varo
"Maaf ya temen saya kalo denger gratisan gitu"ucap Varo yang seperti menyindir Ryan
"Apa lu,lo juga suka gratisan kelezz"ucap Ryan yang tak terima dengan tuduhan Varo
"Udah-udah ngak baik berantem depan makanan"sela mommy Zeeya menengahi perdebatan kedua teman Zain.
Karna perdebatan yang menguras tenaga mulut itu akhirnya mereka makan sampai-sampai tersisa setengah makanan yang ada di meja.
"Lo berdua laper apa doyan"tanya Zain sambil geleng-geleng kepala karna melihat kedua temannya yang makan tak ada henti-hentinya.
"Dua-duanya"jawab Ryan dengan mulut yang belum selesai mengunyah dan mengacungkan jari jempol nya"mantap kali ini makanannya"ucap Ryan
"Habisin ya dek,kasian amat kamu ngak makan satu minggu"ucap Zain dengan bercanda
"Iya kak, makasih makan gratisnya"jawab Varo dengan memasang wajah melasnya.
"Hahahhaa aduh kalian ini"tawa mommy Zeeya yang tak tahan melihat drama ketiga remaja itu
"Iya, kalian cocok main drama"ucap bunda Luna
"Kalian cocok main di suara hati istri"celetuk bunda Luna yang membuat Ryan menyanyikan lagu yang bisanya ada di sinetron tersebut
"Ku menangis.....membayangkan betapa hancurnya diriku tanpa makanan"Ryan menyanyikan lagu di sinetron itu tapi tiba-tiba ia menganti lirik lagunya yang membuat semua orang di sana tertawa karna ulah Ryan
"Makasih ya Ryan Varo udah anterin Zain ke sini"ucap mommy Zeeya pada Ryan dan Varo yang akan pulang
"Iya mom santai..."ucap Ryan ia sudah akrab dan mommy Zeeya sudah
"Zain mau liat adik ya mom" ucap Zain pada mommy Zeeya
"Iya sana tapi jangan berisik"ucap mommy Zeeya memperingati Zain
Sementara di ruang Zoya berada sekarang kini Zio dan Zoya sedang berbaring bersama sambil berpelukan.
"Mas...aku habis makan rasanya ngantuk banget hoamm"ucap Zoya sambil menguap
"Kalo ngantuk tidur aja, lagi pula ini udah malem"ucap Zuo sambil mengusap perut rata Zoya"kasian nanti dedek bayi kalo tidur kemaleman"ucap Zio lagi sambil membubuhkan kecupan di dahi sang istri tapi seketika keromantisan tersebut terganggu karna bunyi pintu yang terbuka menandakan ada seseorang yang masuk.
Ceklek
"Omg mata gue!"pekik Zain yang melihat Zio mencium dahi adiknya dengan mesra
"Ganggu "ketus Zio
"Mas jangan gitu"bisik Zoya sambil mengusap lengan Zio agar tenang
"Mau apa lo kesini"tanya Zio dengan raut wajah sebal karna keromantisan nya harus terganggu oleh kakak iparnya ya karna Zain lebih tua darinya lima bulan hanya lima bulan ya.
"Mau jenguk adik gue lah, masa jenguk elo"ucap Zain sambil bercanda
"Ngak istri gue mau istirahat, udah malem sana anterin aja pacar lo"ucap Zio yang membuat Zain seakan tersadar akan kelupaannya.
"Kak Zain punya pacar?"tanya Zoya dengan wajah sumringah nya.
Belum juga pertanyaan Zoya di jawab tapi Zain melenggang keluar dari rumah rawat Zoya.
"Ih kok kan Zain gitu..."lirih Zoya yang merasa sedih karna pertanyaan nya tak di jawab
"Udah ngak usah sedih,besok kmau juga tau siapa pacar Zain"ucap Zio
"Hoammm....ngntuk..."gumam Zoya di sela nguap nya.
"Ayo tidur"ucap Zio sambil menaikkan selimut yang mereka pakai sampai sebatas dada istrinya.
"Peluk...."pinta Zoya dan Zio dengan sigap memeluk istrinya dengan pelan takut ia menyakiti anaknya di dalam kandungan istrinya.
"Loh Zain kok balik lagi"tanya bunda Luna yang melihat Zain kembali dengan cepat padahal tadi Zain bilang ingin menemui adiknya.
"Soalnya lagi mesra-mesraan ternyata"ucap Zain sebal
"Oh iya Ghea mana bun?"tanya Zain
"Di kamar mandi"jawab bunda Luna
"Zain anter Ghea sekalian mau pulang ya mom"pamit Zain pada mommy Zeeya
"Iya hati-hati di jalan"ucap mommy Zeeya
"Jangan macem-macem kamu boy"peringat Daddy Archio
"Apaan sih dad"ucap Zain sambil memalingkan wajahnya seperti nya Daddy nya tau apa yang ia lakukan selama ini pikiranya.
"Zain nanti tolong bilang bi Nur buatin teh camomile sebentar lagi mommy nyusul kamu pulang"ucap mommy Zeeya
"Siap mom,Zain pulang dulu mom bun"pamit Zain pada mommy Zeeya dan bunda Luna
sedangkan di kamar mandi Ghea sedang membersihkan saus yang tumpah di sweater nya yang berwarna putih jadi noda sausnya masih saja terlihat padahal ia sudah berusaha menghilangkan noda sausnya dengan di gosok pakai air berkali-kali.
"Ghea..."suara seorang pria membuat Ghea membalikkan badannya dan langsung melihat Zain di belakangnya
"Iya kak,sebentar ini Ghea lagi berhisin noda saus"ucap Ghea gugup ia sering berdekatan dengan Zain bahkan sekarang sudah pacaran tapi ia masih merasa malu dan canggung dengan Zain.
"Kok sampai basah gini.."ucap Zain sambil memegang sweater putih Ghea
"'Soalnya nodanya ngak hilang-hilang"ucap Ghea
Tak Ghea sangka tiba-tiba Zain melepas sweater milik Ghea yang membuat Ghea terpekik dan malu untung ia pakai sport bra jadi tak terlalu terekspos bagian dadanya karna reflek ia menutup bagian dadanya.
"Pake jaket aku,nanti kamu masuk angin"ucap Zain sambil memakaikan jaket miliknya pada Ghea
"Makasih kak"ucap Ghea
"Ayo!"ajak Zain yang membuat Ghea bingung dengan ajaan Zain.
"Mau pulang ngak"sahut Zain yang sudah keluar dari bilik kamar mandi
"Kak.. sweater nya biar Ghea yang bawa"Ghea mengambil alih sweater basah miliknya dari tangan Zain
Akhirnya Zain mengantar Ghea sampai rumah tapi sebelum itu ada drama yang membuat Ghea salbrut (salting brutal)
_________________(~ ̄³ ̄)~___________________