Indonesia
NovelToon NovelToon
Madina Is Cellina

Madina Is Cellina

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Single Mom / Anak Kembar / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: maheer qirani

Setelah Madina tahu jika dia bukanlah darah daging Puspa, diapun bertekad memberanikan diri mencari Sang ayah ke negri kelahirannya Singapura.

Dan siapa sangka karena pencariannya itu dia justru bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengannya dan nyaris tiada beda.
Madina pun ternyata jatuh hati pada pria sama yang gadis itu cintai.

Siapakah wanita itu? dan apakah Madina bisa menemukan sang ayah?

simak cerita Madina bukan anak haram season 2 ya ..tentunya dengan tokoh dan cerita yang berbeda.
MARKICA (Mari kita baca)
happy reading all 🥰
semoga terhibur
jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan komentarnya di setiap bab ya 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maheer qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teriakan minta tolong

Dokter menghela napasnya panjang, dia mengatakan jika Madina hanya kelelahan dia juga menyarankan agar Madina tidak dulu beraktifitas berat dan berpikir yang macam-macam karena itu bisa membuatnya stres dan kesehatannya menurun seperti saat ini.

Dalam hati Zamrun berpikir apa yang sedang Madina pikirkan saat ini? Sehingga membuat kesehatannya terganggu?

Dokter pun memberikan resep obat dan beberapa vitamin yang harus di konsumsi agar kesehatannya lekas sembuh.

Di dalam kamar Madina mulai tersadar dan mendapati dirinya sudah berada kembali di rumah Zamrun.

"Kenapa aku bisa ada disini?"

Tanya Madina tidak sengaja terdengar oleh Joe dan Zamrun.

"Paman, Madina sudah sadar"

Keduanya segera masuk kedalam kamar untuk melihat keadaan Madina.

"Kamu tidak apa-apa Madina?"

Tanya Zamrun.

Madina melihat dengan seksama wajah dua pria yang kini sedang berada dihadapannya. Dan tanpa terasa Madina meneteskan air mata sedih.

Dengan cemas Joe dan Zamrun menanyakan keadaan Madina dan memberinya perhatian yang begitu ekstra hingga membuat Madina kembali tersenyum melihat tingkah keduanya.

"Sudah itu tidak perlu om, saya tidak apa ko"

Ucap Madina tersenyum pada keduanya. Hingga akhirnya perlahan kecemasan Zamrun dan Joe mulai memudar.

"Aku hanya butuh waktu untuk istirahat saja, setelah itu aku pasti akan vit kembali"

Lanjutnya.

"Kalau begitu aku akan pergi dulu untuk menebus obat untuk Madina, paman disini saja temani Madina "

Ujar Joe segera berlalu pergi meninggalkan Zamrun dan Madina berdua berharap Zamrun bisa menggunakan waktu bersamanya dengan sang anak kandungnya.

"Semoga paman mengerti mengapa aku meninggalkan dia berdua dengan Madina"

Ucapnya dalam hati sebelum benar-benar pergi untuk menebus obat.

Zamrun tentunya mengerti betul mengapa Joe pergi dengan terburu-buru meninggalkan dirinya bersama Madina.

"Kamu benar tidak apa-apa nak?"

Tanya Zamrun pada Madina yang masih terbaring dengan Burdah yang dia buka di depannya sengaja.

Dia sempat terkejut mengapa Madina dengan sengaja membuka Burdah di hadapannya karena setahunya Madina tidak akan sengaja membuka burdahnya itu di depan seorang pria terlebih dia belum tahu jika Zamrun adalah ayahnya, namun Zamrun coba berpikir positif mungkin Madina memeng sedang sangat lelah dan gerah, itu sebabnya Madina membuka burdah di hadapannya.

"Aku sudah merasa lebih baik"

Jawab Madina tertunduk

"Tapi siapa yang membawa aku kesini? Setahuku tadi aku sedang berjalan sendirian di tepi jalan?"

Lanjut Madina bertanya.

Zamrun mengatakan jika dirinya juga tidak tahu percis apa yang terjadi pada Madina yang jelas dia menemukannya di depan gerbang dalam keadaan tidak sadarkan diri, mengetahui semua itu ekspresi wajahnya pun mulai nampak cemas seakan memikirkan sesuatu?

"Kalau boleh om tahu, sebenarnya kamu sedang memikirkan apa?"

Tanya Zamrun penasaran.

Madina kembali tersenyum dan tertunduk dengan mengatakan jika

"Tidak ada sesuatu yang penting selain mereka yang pergi meninggalkan aku om, saat ini aku sedang memikirkannya!"

Jawab Madina membuat Zamrun merasa tersindir mungkinkah sesuatu yang Madina maksud adalah dirinya?

Keduanya kembali terdiam satu sama lain sehingga keheningan pun tercipta. Namun Zamrun tidak mau berlarut dalam kesedihan dia kembali membuka suara untuk menyuapi Madina makan.

"Boleh om suapi kamu?"

Tanya Zamrun membuat senyum di bibir Madina kembali merekah, kehangatan pun kembali tercipta.

...

Di perjalanan menuju apotek, perasaan cemas Joe perlahan hilang setelah Madina berhasil ditemukan, namun dia kembali teringat akan takdir Madina yang ternyata adalah anak dari kakaknya, dalam hati dia merasa bahagia namun satu sisi hati kecilnya Joe berpikir dengan perasaanya pada Madina yang sudah mulai jatuh hati padanya.

"Madina ternyata kamu?"

Joe tersenyum sendiri teringat wajah cantik Madina yang sedang tersenyum padanya.

"Andai kamu tahu Madina, ternyata aku sudah mulai jatuh hati padamu? Setelah kamu tahu yang sebenarnya jika kita bersaudara! Apakah kamu mau membalas perasaanku?"

Tanya hati Joe sepanjang perjalanan.

Karena lalu lintas kendaraan cukup padat, Joe melajukan mobilnya secara perlahan, disaat yang bersamaan dari samping mobilnya Joe merasa mendengar seseorang memanggilnya dan menggedor jendela kaca tak tembus pandang itu.

Joe coba menoleh karena suara itu sangat terdengar jelas di telinganya.

"Tolong..."

Teriak seseorang dari mobil disampingnya.

Joe segera menoleh dan melihat sebuah tangan sedang menggedor jendela mobil tersebut, karena penasaran dia ingin sekali turun dari mobil dan menolong seseorang yang terus bertikai minta tolong padanya, namun dia tidak bisa berhenti begitu saja dan turun dari mobilnya hingga akhirnya Joe terpaksa menepikan mobilnya agar bisa keluar dan menolong orang tersebut.

Namun disaat yang bersamaan setelah Joe berhasil menepikan mobilnya untuk menolong seorang itu, tiba-tiba saja mobil tersebut menghilang pergi dari pasangan matanya.

"Loh kemana mobil itu? Aku sangat yakin sekali jika tadi aku dengar seseorang meminta tolong dan menggedor jendela kaca mobilnya padaku"

Pikir Joe melihat ke arah sekitar mencari keberadaan mobil tersebut.

Pandangannya terus mencari namun hasilnya tetap nihil, dia tidak bisa menemukan mobil tersebut,

"Semoga saja apa yang aku pikirkan tidak terjadi, semoga tadi aku salah dengar saja dan semua baik-baik saja "

Joe kembali masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalannya menuju apotek.

1
Olha Alamri
Buruk
maheer qirani: terimakasih sudah mampir . mudah2an ke depannya bisa lebih baik lagi 🙏🏻
total 1 replies
khazanah
lnjut
khazanah
lnjutan
khazanah
lnjut
Infinix Smart6
p
maheer qirani: semoga mnjadi kebaikan juga untuk kka 🤲
total 2 replies
khazanah
next...
khazanah
next
khazanah
oh ternyata ceo madina jewerly itu adalah ayah kandung madina sendiri .... omg
khazanah
wawwww madina jewerly
khazanah
sepetinya akan ada cinta sgitiga nih disini.. btw celina juga tidak kalah cantik ya ♥️♥️
khazanah
meski wajah madina tertutup cadaar, namun jika dari dasarnya sudah cantik, melihat tatapan matanya saja sudah ferpana oleh madina.... next next next thor
khazanah
celina dan madina itu kembar ya thor ?
khazanah
lanjutan
khazanah
jonathan
khazanah
next thor
maheer qirani
terimakasih untuk semuanya 🙏🏻🙏🏻 atau terus nunggu up nya ya 🥰
khazanah
siapa tuh natasha dan zamrun?
khazanah
kaaihan madina ...
khazanah
twrnyata ini yng sbenarnya terjadi ....oalah
khazanah
bagus tuh madina tegas aja sekalian ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!