"Papa, Shan mau mandi sendiri."
Aku jelas tidak menyetujui ucapannya itu. Bagaimana bisa bocah seusianya mandi sendiri? Mengguyur tubuhnya saja tidak bisa, apalagi memakai sabun. Tidak, tidak, tidak... Pokoknya tidak ada yang namanya mandi sendiri. Yang ada nanti malah tidak bersih.
Aku sudah tidak menggubris lagi perkataannya yang tetap ingin mandi sendiri. Walaupun sampai dia memohon-mohon pun aku tidak akan mengijinkannya.
Shan mulai menampilkan wajah cemberutnya. Perempuan kecil itu pun menggertak. Lihatlah dia sekarang tidak mau kusuruh masuk untuk kulepaskan pakaiannya.
"Shan ayo terus gantian sama papa juga harus mandi. Papa waktunya kerja Shan."
Wahh anak ini benar-benar sangat bandel. Dia bahkan tidak bergerak sedikitpun dari ambang pintu kamar mandi. Ahh tinggal melangkah selangkah saja dia tidak mau. Apa harus aku ceburkan lalu mandikan paksa seperti malam itu?
"Shan... Papa hitung sampai 3."
"Satu."
"Dua."
Aku mulai mengeraskan rahangku. Dan...
"Tiga!" pekik Shan.
Aku seketika terheran-heran dengan anak kecil ini. Sepertinya memang minta dihajar dia.
"Stop pa." Shan menghentikan langkahku yang ingin menghampirinya. "Iya iya Shan dimandiin sama papa."
"Nah gitu dong Shan. Dari tadi kek."
Shan pasrah menuju ke arahku, dia lalu naik sendiri ke dalam bathub. Aku kemudian segera melepaskan seluruh pakaiannya. Harus bergerak cepat, sebelum dia sulit lagi karena berubah pikiran.
Tapi...
"Shan ini kenapa?" tanyaku yang kaget setelah melihat pemandangan tubuh polosnya ini. Banyak tanda gosong biru keunguan disana-sini.
Apakah gara-gara kucubit malam itu? Tapikan saat itu langsung ku olesi minyak kayu putih, tidak mungkin sampai separah ini.
"Bilang ke papa Shan siapa yang udah cubit kamu?"
Shan tidak menjawab, dia malah menundukkan pandangannya.
"Shan, liat papa!" perintahku dengan tegas.
"Ngaku Shan, siapa ini yang cubit ha?"
"Papa..." jawabnya dengan suara yang sangat lirih.
Tanganku perlahan menyentuh bekas-bekas itu, dan seketika itu hatiku dilanda perasaa…
Putri Kecil Papa
Tidak Biasanya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments