"Chandra tenang..."
"SHAN!!! SHANNN!!!"
Chandra terus meneriakkan nama Shania. Laki-laki itu kalut dalam kesedihannya. Aku tidak bisa menenangkannya sama sekali. Dia benar-benar semakin kehilangan kendali ketika brankar Shania didorong menuju ruang ICU oleh beberapa petugas.
Keadaan Shania memburuk. Anak kecil itu mimisan lagi sangat banyak, dan mendadak kehilangan kesadaran. Chandra menangis histeris tatkala dokter Hans memutuskan untuk melarikan Shania ke ruang ICU.
Saturasi oksigen Shania pun menurun drastis.
"Chandra please, tenanglah..." Aku sama takutnya dengan Chandra, tapi aku... Aku masih mencoba sekuat tenaga untuk menguatkan hatinya.
Aku akhirnya memeluk tubuh jangkung yang bergetar hebat karena menangis itu.
"Shania akan baik-baik saja Chan... Percayalah padaku." lirihku.
Perlahan tangisan Chandra merenda. Tubuhnya mendadak terasa sangat berat bertumpu padaku.
"Chan... Chandra?? Chandra?!!!!" Aku menjerit-jerit ketika mengetahui bahwa Chandra kini tidak sadarkan diri. Dia pingsan secara tiba-tiba.
Beruntung dokter Hans dengan sigap datang dan membopong tubuh Chandra agar tidak terjatuh.
Untuk sementara Chandra harus diopname. Ternyata kondisi kesehatan Chandra juga menurun. Laki-laki itu menderita anemia dan kurang gizi. Dokter menyarankan agar Chandra dirawat inap sampai kondisinya membaik.
"Shan..."
Chandra tiba-tiba mengigau di tengah tidurnya.
Aku mengusap sudut matanya perlahan. Menyeka air mata yang keluar dari sana.
"Shan... Shan-ku mana?" Tanya Chandra yang masih memejamkan mata.
"Shania bersama utinya. Kamu istirahat dulu Chan."
Kedua kelopak mata Chandra terbuka secara perlahan. Dia melihatku dengan sepasang mata sayunya.
Bibir keringnya terlihat mengkerut. Hingga akhirnya terdengar isakan yang keluar dari sana.
Chandra menangis.
Seluruh pertahananku sekarang luluh lantah. Aku tidak kuat jika harus melihat Chandra menangis seperti ini.
Hatiku sangat terluka.
"Ke-kenapa? Jangan menangis Chan. Kalo kamu nangis kayak gini nanti Sh…
Putri Kecil Papa
Berpelukan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments