Perasaan Canggung

(masih) Rosa's POV

Tetesan air mata berjatuhan.

Aliran darah berwarna merah pekat tidak henti-hentinya berhenti.

Ditambah dengan teriakkan memekakan telinga membuatku seketika mematung di tempat.

Aku tidak dapat bergerak sama sekali. Tubuhku kaku dan rasanya... Serangan kecemasanku kali ini kambuh lagi.

Chandra yang berderai air mata dengan cekatan mengambil alih tubuh Shania yang masih berada dalam dekapanku. Chandra mengguncang-guncangkan tubuh kecil itu, memanggil namanya berulang kali, namun...

Tidak ada jawaban dari sang pemilik nama.

Tangan mungil Shania masih menggenggam erat tanganku. Hingga akhirnya genggaman kita berdua terlepaskan begitu saja karena Chandra melarikan anak itu menuju ruang gawat darurat.

Aku tetap bertahan di tempat. Kedua kakiku rasanya lunak setelah melihat Shania bersimbah darah. Aku tidak sanggup berjalan. Sungguh tidak sanggup. Sekujur tubuhku bergetar hebat dan terasa dingin.

Serangan kecemasan ini benar-benar menyiksaku. Selalu...

Perlahan kucoba untuk mengatur napasku. Tarik napas.... Hembuskan... Tarik lagi.... Hembuskan lagi...

Hingga akhirnya detak di dalam dadaku sudah tidak bergemuruh lagi. Akhirnya aku bisa mengontrol diriku.

Aku lantas berlari menju bangsal rumah sakit. Langkahku terhenti pada ruangan kaca yang menampilkan Chandra tengah menangis memilukan terpampang jelas di dalam sana.

"Chandra." Aku mencoba masuk ke dalam untuk menenangkannya, namun bukan itu yang berhasil aku lakukan.

Plakkkk

Tamparan keras mendarat di pipi kananku. Sangat keras hingga membuat pipiku terasa panas dan perih seketika. Tergores, ini pasti tergores. Sebuah cincin yang dikenakannya turut melukai pipiku.

"Berani-beraninya perempuan ini datang kesini!" teriak perempuan dewasa itu setelah mendaratkan tamparan.

Itu adalah kakak perempuan Chandra. Aku sangat tau, aku mengenalinya sejak dahulu kala.

"Keluar lo sekarang ******!"

Aku masih terdiam di tempat. Memegangi sebelah pipiku yang sekarang ini pasti berbekas telapak tangan merah. Sampai seseor…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 Anak Yang Rewel
2 Rutinitas
3 Tempramen
4 Ke Dokter
5 Terlalu Baik
6 Martabak Lezat
7 Cerita Sama Papa
8 Ketinggalan
9 Tidak Biasanya
10 Tante Buah Strowberry
11 Hari Minggu Yang Damai?
12 Frozen
13 Shan Sedang Murung
14 Kaset Baru
15 Belum Gajian
16 Dia Melawan!
17 Shan Minta Cat Air
18 Lagi Dan Lagi
19 Tidak Jadi Masuk TK
20 Layak Untuk Disayangi
21 Brutal
22 Siapa Yang Berbohong?
23 Aku Yang Salah, Shan.
24 Apartemen Baru
25 Masih Apartemen Baru
26 Pengasuh Baru
27 Shan Tidak Belajar?
28 Shan Gak Ngerti
29 Tidak Sanggup
30 Pipi Gembul
31 Semakin Hari, Semakin...
32 Shan Kenapa?
33 Jangan Membentak Shan-ku
34 Kembali Ke Rumah
35 Telat Pulang
36 Hanya Kita Berdua, Shan...
37 Membuat Salju
38 Bersenang-senang
39 Duniaku Runtuh
40 [Bukan Up—Cuma Sedikif Info]
41 Tidak Ada Pilihan Lain
42 Sekolah Pertama Kali
43 Sayangnya Papa
44 Tidak Kompeten
45 Tidak Punya Hati
46 Istirahat
47 Miming
48 Bertemu Dokter Hans
49 Pengobatan Pertama
50 Bersyukur Sekali
51 Yang Paling Pintar
52 Tebak-Tebakan!
53 Kira-Kira Kenapa
54 Kerinduan
55 Jalan-Jalan Sama Tante
56 Melepas Kerinduan
57 Kemo Kedua
58 Sangat Memohon
59 Membuka Luka Lama
60 Bahagia?
61 Perasaan Canggung
62 Menghabiskan Hari Bersama
63 Shan Mau Kemana?
64 Suatu Kebetulan Atau?
65 Susah Makan
66 Sekolah Terakhir
67 Omelet Terus
68 [Bukan Update] Sayang Shan
69 Pusing Sekali
70 Berpelukan
71 Situasi Apa Ini?
72 Cerita Yang Sesungguhnya
73 Jalan Buntu
74 Bertengkar
75 Mimingnya Shan Kemana?
76 Dosa Terbesar
77 Kehadiran Shan
78 Makanan Kesukaan Shan
79 Apakah Ini Keputusan Terbaik?
80 Hari Bahagia
81 Orang Yang Telah Pergi, Akhirnya Datang Kembali
82 Alasan
83 Rasa Penasaran Shan Terjawabkan?
84 Emosi Lagi
85 Perpisahan
86 Sekarang Apa?
87 Yang Dirindukan Shan
88 Ulang Tahun
89 Akan Ikhlas
90 KATA PENUTUP
91 CASTING (menurut pilihan author pribadi ya!)
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Anak Yang Rewel
2
Rutinitas
3
Tempramen
4
Ke Dokter
5
Terlalu Baik
6
Martabak Lezat
7
Cerita Sama Papa
8
Ketinggalan
9
Tidak Biasanya
10
Tante Buah Strowberry
11
Hari Minggu Yang Damai?
12
Frozen
13
Shan Sedang Murung
14
Kaset Baru
15
Belum Gajian
16
Dia Melawan!
17
Shan Minta Cat Air
18
Lagi Dan Lagi
19
Tidak Jadi Masuk TK
20
Layak Untuk Disayangi
21
Brutal
22
Siapa Yang Berbohong?
23
Aku Yang Salah, Shan.
24
Apartemen Baru
25
Masih Apartemen Baru
26
Pengasuh Baru
27
Shan Tidak Belajar?
28
Shan Gak Ngerti
29
Tidak Sanggup
30
Pipi Gembul
31
Semakin Hari, Semakin...
32
Shan Kenapa?
33
Jangan Membentak Shan-ku
34
Kembali Ke Rumah
35
Telat Pulang
36
Hanya Kita Berdua, Shan...
37
Membuat Salju
38
Bersenang-senang
39
Duniaku Runtuh
40
[Bukan Up—Cuma Sedikif Info]
41
Tidak Ada Pilihan Lain
42
Sekolah Pertama Kali
43
Sayangnya Papa
44
Tidak Kompeten
45
Tidak Punya Hati
46
Istirahat
47
Miming
48
Bertemu Dokter Hans
49
Pengobatan Pertama
50
Bersyukur Sekali
51
Yang Paling Pintar
52
Tebak-Tebakan!
53
Kira-Kira Kenapa
54
Kerinduan
55
Jalan-Jalan Sama Tante
56
Melepas Kerinduan
57
Kemo Kedua
58
Sangat Memohon
59
Membuka Luka Lama
60
Bahagia?
61
Perasaan Canggung
62
Menghabiskan Hari Bersama
63
Shan Mau Kemana?
64
Suatu Kebetulan Atau?
65
Susah Makan
66
Sekolah Terakhir
67
Omelet Terus
68
[Bukan Update] Sayang Shan
69
Pusing Sekali
70
Berpelukan
71
Situasi Apa Ini?
72
Cerita Yang Sesungguhnya
73
Jalan Buntu
74
Bertengkar
75
Mimingnya Shan Kemana?
76
Dosa Terbesar
77
Kehadiran Shan
78
Makanan Kesukaan Shan
79
Apakah Ini Keputusan Terbaik?
80
Hari Bahagia
81
Orang Yang Telah Pergi, Akhirnya Datang Kembali
82
Alasan
83
Rasa Penasaran Shan Terjawabkan?
84
Emosi Lagi
85
Perpisahan
86
Sekarang Apa?
87
Yang Dirindukan Shan
88
Ulang Tahun
89
Akan Ikhlas
90
KATA PENUTUP
91
CASTING (menurut pilihan author pribadi ya!)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!