Hari ini kita naik kereta menuju ke sekolahnya Shan. IYA NAIK KERETA!
Shan yang minta!
Padahal ya jarak sekolahnya Shan dari rumah sakit itu tidak sampek 100 meter. Tapi anak ini ngotot ingin naik kereta. Katanya belum pernah naik, penasaran banget sama rasanya. Entahlah siapa yang menghasutnya untuk naik kendaraan jenis ini. Emmm mungkin teman-temannya du sekolah. Yaudah deh iya, aku turutin.
Kita akhirnya muter-muter dulu ke stasiun setelah itu kembali lagi ke stasiun yang awal. Buang-buang duit banget gak sih???
Ahh sudahlah...
"Papa Shan pegel." keluhnya.
Ya salah siapa ngotot mau berdiri kayak gitu. Orang papanya aja duduk kok!
"Puk puk... Sini." Aku menepuk kedua pahaku, mengisyaratkan Shan untuk naik ke atas pangkuanku.
Shan sudah naik, namun bocah ini...
"Loh Shan kenapa? Ngantuk ya? Apa jangan-jangan kamu mabuk naik kereta?"
Aku kaget dengan reaksi Shan yang sekarang ini. Bocah ini menempelkan kepalanya pada dadaku. Dia seperti tidak kuat menyangga kepalanya.
Aku kemudian menyentuh keingnya perlahan. Gak demam kok.
"Papa, ini keretanya berhentinya kapan? Shan pengen turun pa."
"Bentar lagi sayang. Sabar ya." Aku lalu mengarahkan Shan untuk melihat ke arah jendela saja barang kali anak ini terkesima dengan pemandangan di luar dan berhenti merengek ingin turun. Ya walaupun pemandangan yang terpampang hanya perkebunan tebu.
"Papa Shan mau muntah."
"Ehhh!"
Brusssss
Belum sempat aku mencari sesuatu untuk menampung muntahan Shan, muntahan itu sudah muncrat kemana-mana.
"Papa Shan masih mau muntah lagi."
"Shan tunggu—"
"Huekkkk!"
Lagi-lagi terlambat. Semua sarapan Shan pagi tadi telah keluar membanjiri permukaan lantai kereta.
Tubuhku seketika panas dingin mendapat hujanan tatapan tajam dari berbagai penjuru mata. Ya, orang-orang itu kini menatapku sambil bergidik.
Hingga akhirnya seorang petugas pelayanan kereta datang menolongku.
Aku tidak henti-hentinya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah terjadi.
"Maaf maaf, saya akan mengepelnya nanti mbak…
Putri Kecil Papa
Bertemu Dokter Hans
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments