Author's POV
Shan bangun tidur, mengusap kedua matanya dan mencoba mencari keberadaan sang papa. Detik berikutnya anak kecil ini menangis.
"Hik hik hiks papa..."
"Loh Shan sayang kamu sudah bangun nak?" Dewi yang berada di dekatnya sontak terkejut. Perempuan paruh baya yang tadinya mengeloni Shan kini mencoba menenangkan tangisan anak itu yang tiba-tiba.
"Hik hik hiks huaaa papaa!!" Namun tangisannya malah semakin menjadi.
Chandra yang berada di luar kamar akhirnya mendengar suara putrinya itu. Dengan cepat dia segera masuk dan menghampiri keberadaan putrinya.
"Eh eh eh kenapa? Kok nangis gitu? Kan udah ada uti, kamu itu kenapa sih Shan??"
Chandra heran dengan Shan, biasanya Shan bangun tidur langsung ceria, tapi kali ini berbeda. Anak itu tiba-tiba menangis sehisteris ini. Sangat tumben sekali.
Bocah kecil ini merengek meminta untuk digendong, Chandra pun lantas menggendongnya. Chandra masih diliputi rasa penasaran, sejak kapan Shan menjadi rewel seperti ini? Apakah dia sedang sakit?
"Shan kenapa? Sakit ya?" tanya Chandra yang masih sibuk menimang-nimang Shan.
Shan hanya menggeleng sekilas, kepalanya dia sandarkan pada pundak papanya. Sepertinya hari ini Shan tidak mood untuk melakukan apa-apa. Bagi Chandra it's okay kalau begitu sekolahnya Shan dipending hari ini.
"Shan pengen sekolah pa..."
Lah kok??
Cepat sekali perubahan suasana hatinya.
Shan kini minta diturunkan dari gendongan. Dia lantas mencari buku dan peralatan sekolahnya yang lain. Dia menyiapkan sendiri apa yang akan dibawa.
"Shan beneran mau sekolah?" tanya Chandra untuk memastikannya lagi. Dan Shan pun langsung mengangguk penuh semangat.
"Ayo pa mandi."
Chandra benar-benar tidak mengerti dengan bocah ini...
Sesampainya di sekolah...
"Perhatian kepada para wali siswa dimohon untuk tinggal di ruang kelas." ucap gurunya Shan.
Shan yang mendengar akan seruan gurunya tersebut lantas berlari keluar. Pasalnya papanya telah beranjak pergi. Gurunya terlambat memberikan informasi.
"Shan mau kemana?" tanya…
Putri Kecil Papa
Yang Paling Pintar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments