"Kemarin kata bu guru Shan bentar lagi bisa masuk TK pa. Ta-tapi gimana Shan masih belum bisa jalan juga sekarang."
Kedua mata Chandra mendadak terasa panas. Chandra tidak berani menatap sepasang netra putri kecilnya itu. Dia tidak mampu.
Chandra menyentuh kedua kaki Shan. Memijitnya, mengelusnya. Sesekali Chandra meniupinya seolah membacakan mantra untuk kesembuhan bagian tubuh Shan tersebut.
"Papa, Shan sebentar lagi ulang tahun ya?"
Chandra seketika mendongak. "Eh iya bener!" serunya.
Bagimana bisa Chandra lupa akan hari spesial buah hatinya itu. Chandra sangat payah memang.
Chandra lalu lekas berhitung menggunakan jemarinya. "Dua bulan lagi sayang."
"Yeayyy dua bulan lagiiii. Shan udah gak sabar pa!" pekik Shan dengan ekspresi yang sangat ceria.
Di balik tembok pantry, Rosa mendengar segalanya. Rosa mengetahui tentang hari ulang tahun Shan. Perasaannya kini campur aduk. Hatinya merintih, ternyata bayi kecil yang lahir dari rahimnya itu.... Bayi kecil yang tidak pernah diinginkannya itu sebentar lagi akan bertambah usia. Akhirnya air mata Rosa mengalir begitu saja...
Sore hari menjelang. Setelah Shan tertidur Chandra meninggalkan Shan lalu pergi keluar ruangan untuk menemui seseorang. Ya, Shan sekarang sering tertidur tidak mengenal waktu. Bukannya menyebutnya suatu keuntungan karena dengan Shan tertidur maka Chandra memiliki celah untuk pergi sebentar, bukan. Tapi Chandra memang ada keperluan yang sangat mendesak saat ini.
"Aku titip Shan dulu. Mau keluar nih." ucapnya ketika berpapasan dengan Rosa di ambang pintu.
Kali ini Rosa tidak bertanya. Dia tidak memiliki keberanian. Rasa traumanya menghalanginya. Trauma akan dibentak oleh Chandra seperti hari kemarin-kemarin ketika dia banyak melontarkan pertanyaan.
Rosa hanya terdiam pasrah melihat punggung Chandra yang perlahan menghilang.
Chandra akhirnya sampai ke tempat yang dituju. Tempat gadai lagi.
Bukan untuk menggadai barang lagi melainkan mengurus sesuatu.
Chandra melambai pada seorang laki-laki berseragam te…
Putri Kecil Papa
Pusing Sekali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments