Tubuh menggigil dan gigi saling bergemeratak.
"Hachimmm..." Bunyi bersin itu bersahutan dengan suara decitan pintu besi usang yang akhirnya terbuka.
Ceklek..
"Rosa!" Chandra langsung berlari dan memeluk tubuh Rosa yang terasa sangat dingin.
"Aduh sorry banget, aku sampai kelupaan gak bukain pintu. Sorry... Kamu pasti nungguin sangat lama ya Sa, duhh sampai menggigil gini."
"Enggak papa, gak dingin kok Chan—hachimm..."
Chandra semakin merasa bersalah tatkala melihat hidung Rosa memerah dan... Sepertinya Rosa telah terserang flu.
"Ayo segera keluar aja dari sini." Dokter Hans meminjamkan jas dokternya pada Rosa. Dengan tangannya sendiri dokter Hans memakaikan jas tersebut pada tubuh perempuan itu.
Kedua laki-laki itu merangkul Rosa, membantunya untuk segera meninggalkan tempat gelap nan dingin itu.
"Wah ini kayaknya macet parah. Maklumlah udah tua gini." ucap staff pemeliharaan fasilitas rumah sakit sembari mencoba menggerak-gerakkan kenop pintu akses rooftop.
"Ya benerin dong pak, masa rumah sakit elit kaya gini, pintunya ada yang bobrok ih." ketus Chandra.
"Emm, untuk sementara dikasih kertas petunjuk pemberitahuan aja pak kalo pintunya gak aman. Biar orang-orang lebih hati-hati." Dokter Hans menengahi.
Kini drama terjebak di rooftop akhirnya terselesaikan. Chandra, Rosa dan dokter Hans sekarang sudah berada di dalam ruangan yang hangat, yaitu ruangan tempat Shan biasanya dirawat.
Memang saat ini Shan tidak berada disini, namun tempat ini masih bisa ditempati oleh keluarga Chandra sebagai tempat untuk beristirahat setelah bergantian menemani Shan di ICU.
"Ayahku kemana ya?" Rosa celingak-celinguk ke berbagai arah mencari sosok yang dimaksud. Di koridor, di luar, di tempat duduk ruang tunggu pun tidak ditemukan perawakan ayahnya. Rosa pun mulai khawatir.
Apa jangan-jangan ayahnya telah pulang ya? Tapi kenapa ayahnya tidak menunggu sampai Shan bangun seperti janjinya tadi?
"Coba ditelepon aja dulu Sa." saran dari dokter Hans. Rosa meng-iyakannya.
"Halo, ayah dimana?"…
Putri Kecil Papa
Rasa Penasaran Shan Terjawabkan?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments