Dewi tengah menatap sosok cucu terkecilnya yang tengah menyantap sarapan di meja makan. Dewi duduk tak jauh dari Shan berada, mengamati Shan setiap jengkal bagian yang berada pada tubuh gadis itu.
Satu hal yang dapat Dewi tangkap setelah mengamati bocah itu yaitu, kedua pipi gembul yang sangat menggemaskan milik Shan kini menyusut. Tidak semengembang saat terakhir bertemu.
"Shan apa makanan di apartemen kamu gak enak ya?"
Shan yang pandangannya fokus pada piring dihadapannya sontak beralih ke arah sang nenek. "Emm enak kok ti. Di apartemen sama papa dimasakin telur yang enak terus."
Dewi menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Shan. Tangan lembutnya kini membelai surai legam Shan perlahan. "Shan jangan main mulu ya, istirahat yang cukup ya sayang. Kalo siang juga jangan lupa bobok. Ini uti liat-liat Shan sekarang kurusan deh, pasti Shan suka lupa waktu ya kalo main? Gak sempat istirahat ya?"
Dewi sebagai seorang nenek tentulah sangat khawatir. Apalagi Shan sekarang lepas dari pengawasannya. Shan ditinggal Chandra bekerja dan seharian hanya bersama pengasuh. Ya, semalam Chandra bercerita jika Shan telah dititipkan pada jasa pengasuh, tapi ya, belum tentu pengasuh itu mengurus secara tulus kepada Shan. Terlebih setelah melihat perubahan Shan seperti ini.
"Shan disini aja ya, jangan balik ke apartemen. Temenin uti disini terus ya sayang." ucap Dewi.
"Tapi, tapi, tapi kata papa harus balik ke apartemen ti." ucap Shan yang tengah mengunyah sarapan buatan Dewi. Sarapan telur ceplok kesukaan Shan, masih sangat hangat. Dibuat dengan penuh cinta dan kasih oleh neneknya itu.
"Shan gak kasihan ya sama uti. Masa Shan tega ninggalin uti?"
"Gak gitu ti..."
Dewi semakin memasang wajah memelas dihadapan Shan. Membuat Shan menjadi sangat tidak tega.
"Shan bukannya gak kasihan sama uti, tapi apartemen baru papa juga kasihan nanti ti. Kasihan gak ada yang nempatin. Mana baru dibayar lagi sama papa."
Dewi seketika mengernyit. Bagaimana Shan bisa sepandai itu mencari alasan. Ahh…
Putri Kecil Papa
Pipi Gembul
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments