Suara jerit tangis terdengar memekakan telinga, menggema ke seluruh koridor yang kulewati. Aku sangat tahu itu suara siapa.
Anakku.
Aku setengah sedikit berlari menuju ke sumber suara itu. Hingga sampailah aku disebuah ruangan. Sepertinya ini sebuah ruangan rawat inap.
"Papa." panggil Shan yang telah berderai air mata dan tampilan sangat acak-acakan. Aku tahu, dia menjadi seperti itu karena memberontak.
Aku segera mengambil alih tubuh Shan dari pangkuan mama. Mama terlihat kalah dengan pergerakan Shan yang benar-benar tidak main-main jika dia tidak mau.
"Chandra, Shan-nya mau diinfus."
Iya, iya, aku tahu. Aku bisa melihat sendiri dua orang perawat itu telah bersiap dengan jarum suntiknya.
"Sini Chan, ayo kita pegangin Shan-nya." Mama mengulurkan kedua tangannya kembali. Namun....
"Enggak ma, Shan-nya takut. Kasihan, dia nangis."
"Chandra!" Mama seketika menggertakku.
Baru kali ini mama mengambil sikap demikian. Iya, aku tahu, memang itu tindakan yang sangat tepat mama lakukan untukku.
Namun...
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka, memperlihatkan Yolla dari arah itu. Aku auto mendesah. Kehadiran perempuan itu pasti akan memperumit suasana.
"Chandra, Shan harus diopname. Harus Chan."
Benarkan, dia selalu ikut campur.
"Chand, anak lo sakit. Dia harus—"
"IYA GUE TAU!"
Sontak ruangan langsung hening seketika. Aku tidak ada rasa sungkan ataupun apa walaupun ada dua tenaga medis juga disini. Aku sudah benar-benar geram sekarang.
"Shan bisa kan cuma dikasih obat aja! Kalo gak bisa ya berarti goblok ini rumah sakitnya!"
Mama mencoba meredam emosiku, perempuan tua itu mengelus punggungku berulang kali. Aku menepisnya. Aku tidak butuh itu semua.
"Dan lo Yola! Kenapa lo selalu ikut campur ha?! Berisik tau gak! Mending sana lo urusin anak-anak lo sendiri!"
Yola langsung membeku ditempat.
"Chandra, mama mohon..."
"APA SIH MA?!" bentakku sangat keras. "Udah aku bilang Shan gak akan diopname! Iya aku tau Shan sakit, tapi gak harus gini. Kenapa harus disuntik, diinfus segala! Itu nyakiti…
Putri Kecil Papa
Hanya Kita Berdua, Shan...
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments