Joly meremas jemarinya sendiri. Dalam hatinya masih diliputi rasa gelisah yang teramat sangat. Namun, sosok kecil yang sedang digelisahinya ternyata tidak menyadarinya sama sekali.
Beberapa saat lalu.... Aliran darah yang lumayan deras lalu.... Sosok kecil yang hidungnya berdarah lalu.... Kini sekarang keadaan telah aman tentram. Benar-benar aman tentram terkendali. Semuanya!
Shan seolah tidak telah terjadi apa-apa pada dirinya. Shan sekarang malah asyik bermain bersama bonekanya. Bercengkerama dengan riang bersama bonekanya seolah tidak pernah terjadi insiden berlumuran darah seperti beberapa saat lalu. Padahal Joly sendiri tadi itu rasanya sampai dingin dan memucat karena sangking paniknya melihat keadaan Shan.
"Shan, are you really okay?" Joly dengan tangan yang masih berkeringat dingin itu menyentuh kening Shan, mencoba memastikan.
Bocah yang berada dihadapannya itu memindahkan tangannya lalu kembali bermain bersama bonekanya.
Joly masih belum bisa bernapas lega. Perasaannya masih terasa sangat janggal. Sebenarnya ada apa. Apa itu tadi?
Haruskah dirinya membawa bocah kecil itu ke dokter untuk diperiksa? Atau biarkan saja?
Tanyakan papa dari anak itu saja dahulu apa baiknya!
Joly memutuskan untuk mencari ponselnya yang entah keberadaannya sekarang ini dimana. Karena panik tadi Joly bahkan asal menaruh benda yang baginya sangat berharga itu.
[Sayang kamu kemana? Kok chatku gak dibales?]
Satu notifikasi pesan yang tertera pada layar benda pipih itu seketika membuyarkan niat Joly. Perempuan itu kini mendudukkan pantatnya di sofa lalu membuka pesan dan seperti biasa melakukan chatting dengan kekasih virtualnya. Niatnya benar-benar menghilang begitu saja, niat untuk menghubungi Chandra lagi, bertanya kepada Chandra. Semuanya tidak terealisasikan.
......***......
"Ndah.... Kamu benar-benar sangat cantikhh..." bisik Chandra ditengah desahannya.
Tak terhitung itu pujian yang keberapa kalinya yang Chandra lontarkan. Intinya Chandra sedang puas, keinginannya telah tuntas…
Putri Kecil Papa
Shan Kenapa?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments