"Hihihi geli dok." ucap Shan sembari tertawa kecil ketika dokter Hans mencoba menggelitiki telapak kakinya.
Chandra, Rosa, Dewi, Yolla, dan Ken turut menyimak dengan sangat serius. Mereka berdiri di setiap sisi bed, memperhatikan yang dilakukan dokter Hans untuk merangsang kemampuan pergerakan kaki Shan.
"Gimana Shan? Geli ya? Coba kalo dokter cubit sedikit. Maaf ya Shan."
"Awh sakit dok!" pekik Shan seketika.
Ini membuat dokter Hans menjadi lega. Dokter Hans lantas menjelaskan.
"Shan sepertinya mengalami kebas pada saraf kakinya karena pengaruh pengobatan. Tapi tidak apa-apa kok, Shan akan bisa berjalan kembali nanti. Sepertinya ini cuma efek sementara.".
Seluruh anggota keluarga langsung menghela napas lega. Chandra apalagi, papa dari gadis kecil itu akhirnya berhenti merasa cemas.
Chandra segera memeluk tubuh mungil itu, menciuminya bertubi-tubi. "Sabar dulu ya sayang, bentar lagi Shan pasti bisa lari-lari kayak kemarin lagi."
Shan mengangguk.
Satu hal yang perlu menjadi catatan untuk Chandra, tampilan fisik yang fit belum tentu di dalamnya juga sedang baik-baik saja. Jadi mulai sekarang, Chandra harus lebih memperhatikan lebih dalam lagi, kalau bisa Chandra harus selalu siap sedia setiap waktu.
Shan tidak boleh ditinggal. Jangan jauh dari pengawasannya lagi. Terlebih, anak kecil itu jika terjadi apa-apa selalu bungkam sendiri, dia tidak mau inisiatif mengadu kecuali ditanyai terlebih dahulu.
Jam dinding telah menunjukkan pukul 11 lewat. Rosa sangat tahu jika sekarang ini Shan sudah boleh ditawari makan siang.
"Shania mau makan? Kakak buatin omelet lagi ya?"
"Dihhh kakak..." ucapan julid yang Yola sematkan seketika membuat Rosa merasa tertohok.
Rosa hanya bisa membisu, menatap perempuan itu sekilas lalu menundukkan wajahnya dalam-dalam.
Hanya ini yang bisa dia lakukan. Melawannya? Oh tentu dirinya tidak berani.
"Yoll jangan mulai..." ucap Chandra ketika berlalu melewati Yolla. Hanya Yolla saja yang mendengarnya, yang lainnya sama sekali tidak tahu.
Chandra yang t…
Putri Kecil Papa
Omelet Terus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments