"Mas Al ini kenapa toh!"
Masih dengan rasa panik Komariyah lantas bangkit dari duduknya untuk membantu Al yang tak bisa meredakan batuknya.
"Air air ..." teriak Komariyah .
Sang penjual nasi tersebut malah membawakan air untuk mencuci tangan dalam baskom kecil.
"Iki piye to, kobok an yang dibawa!"
"Air minum tambah lagi ..." protes Komariyah terhadap sang penjual yang telah salah menerima ucapanya.
"Kenapa nggak bilang toh mbak mbak ..." penjual pecel lele tersebut memprotes balik Komariyah dengan tak kalah paniknya.
Setelah meminum cukup banyak air putih, suara batuk Al sudah semakin mereda bahkan ia dapat mengatur kembali nafasnya yang sempat sengal.
Dengan mengangkat satu tangannya, Al mencoba memberi isyarat berhenti pada Komariyah yang sejak tadi menepuk bagian punggungnya.
"Oh, sudah toh."
"Aku yang ke enakan nepuk sampai nggak berhenti-henti." ujar Komariyah dengan genitnya sambil tersipu malu dibalik hijab yang ia tutupkan ke wajahnya.
"Sudah mbak, lanjut saja makanya." pinta Al dengan ramah.
Tapi tak cukup berhenti sampai disitu, Komariyah seakan ingin memastikan Khadijah yang tengah berlari ke arah toilet segera kembali dan tak membuat ulah kemari.
"Aku tak jemput dia dulu mas, tunggu ya." terangnya.
Setelah tiba didepan toilet, Komariyah yang hendak mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu tersebut. Tiba-tiba saja terhenti pada pemandangan kecil dibalik cela pintu toilet tersebut.
"Haaaaaaah!" ucapnya dengan ekspresi terkejut.
Karena takut Khadijah mendengarnya, ia lantas membungkam mulutnya dengan erat. Dirinya pun lantas memutuskan untuk mengurungkan niatnya menjemput Khadijah.
Dengan wajah gugup, Komariyah melanjutkan sisa makanan miliknya bersama dengan Al. Ia sadar, apa yang barusan telah ia lakukan adalah hal yang salah.
*
*
*
"Maaf semua, lama menunggu." terang Khadijah yang kembali duduk bersama.
Melihat kehadiran Khadijah, Komariyah bertambah kesal dan memasukkan suapan nasi dengan cepat kedalam mulutnya.
"Pelan mbak, nanti tersedak." tu…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Terkejut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments