Mendengarkan hal itu, khadijah yang telah berada dibangku belakang barisan paling depan bersama dengan keluargannya seketika murka. Wajahnya merah padam serta kedua tangannya mengepal. Begitu sempurna gurat wajah kebenciannya terpancar disana.
"Tutup mulutmu, seumur hidupku aku tidak akan membiarkan anak ini jatuh pada seorang ayah bejat sepertimu!"
Perkataannya gemetar, bahkan derai air matanya tak sanggup ia sembunyikan lagi sejak jalannya persidangan dimulai. Terlebih lagi ketika ia mendapati pengakuan Furqon, emosinya seketika meledak.
Hakim mengetuk palunya, untuk menghentikan protes Khadijah yang sudah diluar haknya.
"Saudari, mohon tenangkan diri anda terlebih dahulu. Biarkan saudara ini msnyelesaikan semuanya dengan jelas." pinta hakim .
Fatimah segera bangun dari duduknya untuk membimbing Khadijah duduk kembali seraya mengusap air mata sang putri. Ibu mana yang akan kuat melihat penderitaan seorang anak , bahkan juga Fatimah. Ia hanya berusaha untuk tegar dihadapan Khadijah yang tengah menghadapi hatinya yang remuk.
Perlahan pundak Khadijah diturunkan oleh Fatimah dan duduk secara bersamaan.
Saat itu mereka suka tidak suka pun harus merelakan hatinya untuk lapang menyaksikan segalanya.
*
*
*
Setelah usai persidangan, hakim telah memutuskan dengan segala pertimbanganya untuk menjatuhi hukuman pada Furqon selama 11 tahun penjara lamanya.
Disana, lagi-lagi keduanya harus dipertemukan kembali dalam keadaan yang tak begitu mengenakkan.
Dengan mata yang masih sembab Khadijah berjalan sambil dipeluk oleh Fatimah ibunya. Sementara Furqon yang masih dalam keadaan terborgol kedua tanganya tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat disebelah Fatimah.
"Ku mohon berhentilah ..." pintanya dengan bertekuk lutut dihadapan Khadijah.
Khadijah begitu terkejut dengan sikap Furqon yang secara tiba-tiba seperti itu.
"Berikan aku waktu sebentar saja aku mohon!" Ujarnya dengan sepenuh hati.
Saat itu Khadijah pun berhenti untuk melangkahkan kakinya disana, dan menatap kem…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Muak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments