"Ada apa ini Komar ?" Mumtaz mendatangi mereka disana setelah turun dari masjidnya.
Wajah Komariyah mendadak pucat pasih dan tak dapat bicara kembali dengan benar.
"Em nganu anu yai, mereka..." imbuhnya dengan gugup dan terbata-bata .
"Biarkan mereka masuk mengantarkan adiknya beristirahat!" tegas Mumtaz sambil mempersilahkan ketiganya untuk masuk .
"Duh, yai ini hatinya terbuat dari permen karet kali ya. Apa-apa iya buat gadis nggak jelas ini." gumam Komar dalam hatinya.
Hanya dalam hitungan detik bertepatan dengan gumamnya, seakan tahu apa yang dilakukan Komariyah Mumtaz melirik gadis tersebut dengan menggelengkan kepalanya.
Otomatis, Komar pun menutupi mulutnya dengan cepat.
"Maaf yai ..." serunya dibalik tangan yang membekap mulutnya erat.
*
*
*
"Apa lagi yang kalian tunggu disini kak, pergilah ." ucap Khadijah dengan tubuh membelakangi keduanya, bahkan ia tak ingin menatap satupun dari mereka.
Tapi bukan Abizar dan Bilal namanya jika tak mengetahui jika sang adik tengah mogok berbicara saat itu padanya.
Keduanya lantas pergi meninggalkan Khadijah dengan memberikan sebuah ciuman perpisahan disana. Seakan ingin memberikan ruang untuk Khadijah bebas sesaat.
Setelah kepergian sang kakak, gadis tersebut terburu-buru mengambil sebuah selendang panjang untuk menutupi rambutnya.
Terlihat ia mengendap-endap keluar kamar untuk mengamati keadaan sekitar.
"HEI ..." ucap Komariyah menyadarkan aksinya dari balik punggungnya dengan nada tinggi dan penegasan.
"Mau maling kamu ?" sarkas Komariyah.
Khadijah berbalik dan membenarkan posisi berjalannya kembali dengan tegak.
"Huft ..." ia membuang nafasnya dengan kasar didepan Komariyah.
"Bisa tidak sedikit saja, dirimu tidak menempel kemanapun aku pergi !" protesnya untuk yang pertama kali.
Sejak saat itu, Khadijah lebih lantang menyuarakan apa yang benar menurut dirinya.
"Lah dalah, sudah berani rupanya!" Komar terlihat menyisingkan kedua lengan bajunya dengan wajah yang bringas.
Hanya dalam beberapa saat aksinya itu ia urungkan…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Ayo
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments