Dengan tubuh setengah terseok, Furqon kembali duduk disudut ruangan itu sambil meratapi nasibnya yang kian hari semakin memprihatinkan.
*
*
*
Hari itu, pagi begitu dingin di imbangi desiran angin lirih setelah rintiknya hujan.
Khadijah juga mulai terbangun dan sadar, masih tetap setia Al menjaganya sepanjang malam bergantian dengan seorang perawat.
Nampak ia menyadarkan sebagian tubuhnya disebuah kursi lipat dikejauhan. Pemuda itu terlihat begitu letih, hingga di atas kursi pun dapat memejamkan kedua matanya dengan baik.
"Mas Al?" gumam Khadijah.
Ia seolah tak percaya jika pemuda itu akan berjaga menemani dirinya sepanjang malam. Kini ia pun terbangun dan berjalan sambil membawa cairan infus yang masih tertempel ditangannya.
Begitu lirih ia berjalan, hingga Al pun tak dapat mendengar hentakkan kakinya berjalan.
Tapi, tiba-tiba saja suara gemiricik air dari dalam kamar mandi membuat Al terbangun dari tidurnya.
Dan ketika Al mendapati Khadijah telah usai keluar dari dalam kamar mandi, wajahnya seketika panik dan salah tingkah dibuatnya.
"Kenapa pergi sendiri, aku bisa panggilkan suster didepan untuk membantumu tadi ..." terangnya dengan gugup.
Bahkan Al tak dapat menutupi wajah kantuknya dari hadapan Khadijah.
"Tidak perlu mas , aku bisa lakukan sendiri." imbuh Khadijah.
Ia pun kembali untuk naik ke atas ranjangnya dengan cara duduk perlahan ditepi.
"Mas ..." panggilnya sembari membelakangi Al.
"Iya." sahut Al sigap dengan berdiri.
"Apakah dia baik-baik saja disana?" tanya Khadijah lirih sambil terus mengusap perutnya .
Al yang sudah memperhatikan gerak tubuh Khadijah sedari tadi, mengetahui jika apa yang ditanyakan oleh gadis tersebut adalah mengenai keadaan calon bayinya.
"Baik, dia tumbuh dengan bagus!" tegas Al dengan tegas.
"Yang perlu diperhatikan hanya ibunya saja." imbuh Al.
Mendapati ucapan Al, seketika Khadijah menghentikan gerakan tangannya dan mengernyitkan kedua bulu alisnya.
"Jangan salah paham, yang aku maksud disini adalah keadaan sang ibu. Tidak boleh…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Tepat pada waktunya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments