"Cie, roman romanya ada yang cemburu nih!" ejek Bilal sembari melihat langkah Khadijah yang telah menjauh masuk kedalam rumah.
Suaranya lantas terhenti ketika Rahman mulai meliriknya dengan pandangan tegasnya.
"Maaf pa!" seru Bilal dengan menjewer kedua telinganya disana.
Sedangkan Khadijah lebih memilih untuk mengunci dirinya didalam kamar dengan membawa bag kecil pemberian Al. Hatinya begitu kesal tapi tidak dengan kedua matanya yang sejak tadi diam diam telah memandang benda berbentuk kotak tersebut.
Ia bingung untuk menentukan pilihannya disana , apa ia ingin membukanya atau lebih memilih mengabaikannya.
"Aku akan mengambilnya saja , lagi pula ini bukan dia. Jadi buat apa aku juga menaruh kesal pada benda mati itu!" gerutunya yang telah meraih kotak tersebut.
Perlahan tanganya telah membuka ujung pita yang tengah terkait dengan lubang kecil pada kotak tersebut. Ia mulai mengangkat benda biru yang masih terlipat rapi dengan seutas pita putih rapi mengikatnya.
"Sajadah?" serunya dengan membentangkan sajadah biru yang bertuliskan nama Khadijah dengan bordir warna emas timbul.
Warna biru yang tak begitu terang dipadu padankan dengan beberapa warna lainya membuatnya semakin terlihat cantik. Aksen masjid yang menyerupai kubah tepat berada ditengah tengahnya dan memiliki daya tarik sendiri ketika seseorang akan mengusapkan tanganya diatas. Karena dengan sekejap warna kubah itu akan berubah warna hanya dengan sekali usapan.
"MasyaAllah cantiknya..." sejenak ia terhipnotis dengan keindahan sajadah tersebut dan tak kembali merasakan rasa kecewa di dasar hatinya.
Sajadah itu sebenarnya pilihan Al, dan pemberian dari Al pula. pemuda tersebut menaruh harapan besar pada benda panjang itu bagi Khadijah , ia berharap akan menjaga Khadijah disetiap sujud terakhirnya.
Khadijah menyadari bahwa dadanya berdegup cukup kencang ketika ia menatap sajadah itu tanpa berpaling sedikitpun. Bahkan ia meletakkan telapak tanganya tepat di atas dadanya untuk mengecek apakah benar da…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Getar cinta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments