"Al, lain kali pergilah sebelum malam datang jika bersama dengan Khadijah."
"Tak baik nak, nanti akan mengundang fitnah."
Sembari berjalan lirih dan melipat kedua tangannya ke belakang, Mumtaz memberikan wejangannya kepada Al.
Tentu sebagai seorang anak, Al bisa memahami apa maksud sang ayah dengan baik. Ia juga tidak mungkin akan mengelak permintaan Mumtaz disana.
*
*
*
Setelah melewati malam yang panjang, kini Khadijah telah mengikuti kegiatan para santriwati dipagi hari. Rutinitas membaca Al-Qur'an akan santriwati lewati setiap harinya sebelum memulai aktifitas lainnya.
"Siapa namamu kak?" tanya seorang santriwati yang sejak tadi memandangi Khadijah yang kesulitan dalam membaca .
"Khadijah."
"Nama saya Zahra, mari kita belajar bersama." ajaknya dengan santun.
Disana, Khadijah sama sekali tak merasa keberatan dengan tawaran Zahra. Bahkan ia menyambut niat baik Zahra dengan baik.
Keduanya terlihat belajar bersama dengan beriringan.
Tak terasa hari demi hari Khadijah lalui dengan baik tanpa menemukan kendala berarti, hingga tiba pekan para orang tua untuk datang berkunjung kesana.
Hari itu, tepatnya setelah ba'da sholat maghrib. Para orang tua dan santriwati saling bertemu disebuah aula besar pondok tersebut. Bahkan tak jarang dari mereka yang hanya bisa murung menunggu datangnya kedua orang terkasih datang.
Sebut saja Faridah, gadis asal bengkulu tersebut sangat muram di sudut ruangan aula hanya bertemankan Al-Qur'an saja. Tangan dan bibirnya tak pernah lepas dari benda suci tersebut dan melantunkannya berulang kali, tapi satu yang nampak berbeda darinya.
Dari sekian banyaknya para santri, yang duduk berdampingan dengan kedua orang tua hanya dia seorang yang tak mendapatkan kunjungan saat itu. Jangankan untuk mengunjungi Faridah setiap bulannya dipondok, bahkan untuk mencukupi ke tiga adik dan ibunya saja terkadang kurang disana.
Ayah Faridah hanyalah seorang buruh kuli kasar serabutan selama ini, bahkan ketiga adik Faridah terpaksa tak bersekolah kare…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Sebelah mata
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments