"Cepat tolong bawa dia ke kamarnya." perintah Mumtaz .
Beberapa orang santriwati senior membopong tubuh Khadijah beriringan disana. Kini ia pun dibaringkan ditempat tidurnya sambil menunggu kedatangan Al untuk memeriksanya lebih lanjut.
Tapi semua tak usai begitu saja disana, seorang santriwati senior yang bernama Sukmawati yang memiliki umur tak jauh berbeda dengan Komariyah begitu terkejut tatkala mendapati ujung tangannya menyentuh bagian perut Khadijah.
Gadis itu sepertinya sangat kaget dengan apa yang ia dapati disana, dari bibirnya seakan tak percaya dan berucap istighfar banyak-banyak.
Dengan perasaan ragu sekaligus tak percaya, Sukma menutup pintu Khadijah perlahan.
"Ada apa mbak?" tanya santriwati lainnya yang sejak tadi menunggui dirinya didepan pintu.
"Apa dia sudah bersuami sepengetahuan kalian?" tanya Sukma pada teman Khadijah yang kamarnya tepat berada disamping kamarnya.
"Tidak, dia masih gadis mbak." sahutnya.
"Tapi perut itu ..."
"Kalau memang benar, kenapa dia diterima disini ?"
Dengan perasaan bimbang dan juga terkesan kesal , ia memprotes kebijakan Mumtaz menerima murid seperti Khadijah.
"Perutnya kenapa si mbak, kembung ya?" tanya santriwati itu dengan polosnya.
"Alaaah, kamu masih kecil. Bukan waktunya bahas ini ."
"Lihat mbak Komar nggak?" lanjutnya dengan mencari-cari keberadaan Komariyah.
Keduanya memang sering akrab berjalan bersama, hingga tak jarang keduanya diminta Mumtaz untuk mengurus para santriwati disana. Sukma dan Komariyah pun sering menghabiskan waktu bersama untuk menggibah sepanjang waktu disela waktunya.
"Mbak Komar ..." teriaknya dari jauh, ia telah mendapati Komariyah di tengah-tengah lautan orang tua yang sudah tak sabar bertemu dengan anaknya diaula.
"Mulutmu itu loh, Komar Komar . Miss Riyah you no!" celanya dengan bahasa asing yang masih dibawah rata-rata.
"Duh, ra penting!" tolaknya .
"Mbak, mbak. Anak kota itu hamil ya!" celetuk Sukma yang berbisik ke arah Komariyah.
Dengan wajah terkejut dan juga her…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Isu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments