Hari sudah mulai larut dan bayi kecil super menggemaskan itu tertidur dengan pulas setelah mendapatkan hak nya sebagai seorang bayi. Tentunya sebuah asi.
"Ma, Khadijah akan jaga dia. Mama kembalilah ke kamar dan beristirahatlah." jelasnya pada Fatimah yang begitu terlihat lelah.
Fatimah mengiyakan permintaan sang putri dan bangkit dari duduknya, tapi langkah kakinya harus terhenti ketika hatinya kembali resah memikirkan nasib sang cucu.
"Sayang, segera beri ia nama. Bukankah dia belum memiliki nama?" tanyanya dengan memperhatikan secara seksama wajah kecil yang sedang tertidur pulas.
"Boy ma," celetuk Khadijah saat panggilan Al terngiang ditelinganya.
"Boy?"
"Iya boy. " Fatimah dan Khadijah menetap bayi itu kembali dengan bersamaan .
"Beri nama yang benar sayang..." protes Fatimah.
"Pakai nama itu sementara ma, nanti Khadijah akan pikirkan kembali. Lagi pula tidak ada salahnya memakai nama itu sementara bukan?" celetuknya berkelanjutan.
Fatimah hanya menaikkan dua bahunya dengan bersamaan.
"Oke boy ..." Tiru Fatimah dengan ragu namun masih menggoda sang putri dengan senyuman.
"Bukankah kalian senang jika panggilan itu berasal dari Al?" imbuh Khadijah sambil tertunduk malu.
"Al ?" sambung Fatimah dengan kedua mata yang tak lagi mengantuk.
Khadijah hanya terus menganggukkan kepalanya dengan menepuk punggung boy dengan lirih.
Melihat hal itu Fatimah begitu senang, karena mungkin sejatinya ada sedikit rasa cinta dihati sang putri yang terpendam untuk Al. Namun karena terhalang oleh rasa trauma begitu dalam membuat ia menepis kuat-kuat rasa yang harusnya akan disambut bahagia oleh banyak pihak.
*
*
*
5 Bulan berlalu begitu cepat, tak terasa boy juga sudah tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan setiap harinya. Bahkan berat badan bayi kecil itu semakin bèrtambah hingga membuatnya begitu lucu.
Kini mata kecil itu dapat melihat orang sekelilingnya dengan senyuman, bahkan sering kali boy menjadi bahan rebutan oleh kedua pamanya dirumah terlebih lagi pada hari…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Hari kebebasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments