Sudah tepat satu pekan lamanya Khadijah tak pernah kembali berkirim kabar pada pondok pesantren yang telah Rahman pilihkan untuknya.
Kamar yang dulunya ditempati oleh Khadijah pun terlihat kosong tanpa penghuni, tak ada satupun dari mereka ataupun pengurus pondok yang berani untuk masuk kedalam kamar itu.
Karena sesuai ketentuan, Khadijah masih tetap menjadi santriwati disana selama belum adanya pemutusan dari kedua belah pihak.
"Assalamualaikum, Al coba silaturahmi pada keluarga pak Rahman karena sudah satu pekan lamanya anak itu tidak kembali lagi ke pondok. Khawatir jika terjadi yang tidak-tidak."
Mumtaz memutuskan untuk mengirim Al untuk mengunjungi keluarga Rahman dan bertanya kabar tentang Khadijah.
"Waalaikumsalam, baik." Al segera mengiyakan permintaan sang ayah. Dan mengakhiri panggilan keduanya disana.
Sejak sidang perdana Khadijah saat itu, Al memang tengah memutuskan untuk tidak pulang ke rumah sementara waktu karena tengah melayani begitu banyak pasien dirumah sakit.
Siang itu, ketika jam istirahat Al memutuskan untuk berkunjung ke rumah Rahman dengan membawakan sedikit buah tangan. Tapi ketika ia hendak memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Rahman Al mendapati mobil lain selain milik Rahman juga terparkir didepan sana.
Tapi, Al masih berpikir jika itu mungkin adalah mobil Abizar ataupun Bilal. Ia memutuskan untuk segera turun dan membawa beberapa buah tangan di tangannya.
*
*
*
"Tolong bebaskan putra kami ..."
"Tolong!" seru suara seorang wanita setengah baya yang tengah melakukan negosiasi pada kedua orang tua Khadijah.
Al yang hendak melangkah masuk ke dalam seketika menghentikan langkah kakinya dan terpaku diteras rumah.
"Ijinkan juga dia menikahi putri anda, bagaimana mungkin sekelas pendakwah cukup terkenal seperti anda rela reputasinya hancur begitu saja akibat ulah anaknya sendiri. Bahkan gosip diluar sana sudah semakin luas beredar di telinga masyarakat, apa anda tidak ingin menghentikan badai ini?" jelas perempuan tersebut dengan semua dalihn…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Terguncang kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments