Khadijah masih tetap berdiri tegap didepan pintu seraya mengelus perut buncitnya disana, bahkan ia terkesan tak perduli dengan tatapan mata sejumlah ibu-ibu yang menghujam menuju perutnya.
"Baru aja kemarin kan aku bilang, kalau jeng Fatimah yang ini. Iya yang digosipin ibu komplek sebelah, kalian pada nggak percaya sih!" bisik seorang anggota pengajian yang lainya.
"Ehem!" Khadijah berdehem seraya membungkam juga stigma negatif yang tertuju untuk mamanya.
"Saya bisa mendengarnya dengan jelas!"
"Asal kalian tahu, tak ada sangkut pautnya atas apa yang terjadi pada diri saya. Terutama untuk papa dan mama saya, mereka sangat tidak bersalah dalam hal ini. Jadi jangan macam-macam membicarakan mereka dengan sesuka hati kalian!"
"Satu kali lagi saya mendengar hal buruk kalian ucapkan untuk kedua orangtua saya lagi, saya bersumpah akan menyumpal mulut jahat kalian satu persatu!" Tutur Khadijah dengan menunjuk setiap wajah ibu-ibu yang sudah sangat ketakutan dibuatnya .
Setelah selang beberapa menit kemudian, Fatimah segera menyusul Khadijah yang belum juga kembali disana.
"Siapa nak?" sahutnya dari kejauhan.
"Ini temen-temen mama..." serunya santai.
"Eh ibu-ibu mari silahkan masuk." sambut Fatimah dengan lemah lembut seolah tak terjadi apapun.
Tapi tak dapat dipungkiri jika wajah mereka semua menengang dan pucat ketika mendapati ancaman dari Khadijah.
"Kenapa kok kayaknya tegang begitu ibu-ibu sekalian?" tanya Fatimah yang mulai memperhatikan wajah mereka satu persatu.
Sedangkan Khadijah yang tak kunjung segera masuk kedalam rumah, masih mengepalkan tanganya disana untuk memberikan ancaman pada ibu-ibu tersebut.
"Ah anu jeng, kita nggak papa kok. Iya kan?" jelas bu Mursida, anggota group gibah nomor satu di komplek.
Apapun masalahnya, bu Mursida terkenal sebagai orang yang ter up to date di komplek. Ia bisa mendapatkan berita apapun dari segala penjuru komplek lainnya dengan cepat tanpa penghalang apapun.
"Iya..." mereka semua serentak menjawab seraya me…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Kembali dihujat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments