Senja sudah meninggalkan sore dan kini hari semakin petang. Adzan maghribpun telah berkumandang dengan merdunya disana, Khadijah juga sudah bersiap untuk mengikuti sholat berjamaah di surau.
Ia benar-benar mengikuti perkataan yang telah tertulis diselembar kertas tersebut dengan baik, dengan mengenakan selendang putih tipis untuk menutup kepalanya tepatnya dibagian rambut begitu cantik ia hari itu berjalan di sepanjang lorong dan tertimpa cahaya lampu remang.
Al pun begitu terkesima ketika dirinya juga hendak ingin memasuki surau sambil membuka salah satu kancing lengan bajunya dan mulai menggulungnya naik ke atas.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam..." suara keduanya saling bersautan di depan surau tersebut dengan tatap mata Al yang masih saja terjebak dalam pemandangan begitu indah disana.
"Al ..." sambung sang ayah yang menepuk punggungnya lirih.
"MasyaAllah, ayah." ujar Al dengan mengusap dadanya berulang.
"Astaghfirullah Al." Mumtaz mengingatkan sambil tersenyum ramah.
"Mari kita sholat, seusai sholat ayah ingin bicara penting sama kamu nak!" ajak Mumtaz, keduanya pun sholat berjamaah dengan seluruh para santri disana.
*
*
*
Selepas Sholat.
Saat keduanya hendak berjalan bersama, Mumtaz masih memperhatikan betul jika sikap sang putra masih begitu gelisah dengan sesekali menaikan kepalanya sambil terus memutarnya ke arah berlawanan.
"Al cari siapa nak?" tanya Mumtaz yang sebenarnya sudah mengetahui kemana arah jalan pikiran Al.
"Eh, enggak kok ayah. Mari kita balik ke rumah dan berbincang." Sambung Al yang segera menurunkan pandangannya sambil terus mencari-cari keberadaan sandal miliknya diantara banyaknya pasang sandal lainnya.
Setelah sampai di depan teras rumah, keduanya memutuskan untuk duduk sejenak di kursi sambil berbincang ringan.
"Al, apa kamu menyetujui pernikahan yang diminta oleh pak Tanoe?"
Al nampaknya begitu berat saat hendak memberikan jawaban yang sekiranya tidak melukai hati sang ayah.
"Al ikuti saja apa yang terbaik menurut ayah s…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Tiba waktunya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
Retno Wijayanti
upnya yg banyak donk thoorrr
2023-05-12
3