Dengan suara bergetar Khadijah mulai menampakkan wajahnya di layar ponsel Bilal.
"Papa mana ..." ujarnya gemetar dengan mata yang tak tertahan lagi oleh air mata.
Fatimah mulai tersenyum ketika melihat wajah sang putri begitu baik dan sehat. Wanita itu kemudian menampakkan wajah Rahman perlahan, tapi tetap saja papa Khadijah tak mau menatap wajah sang putri. Ia lebih memilih menutup ke dua matanya dengan posisi bibir yang tak seimbang ketarik satu sisi kebawah.
*
*
*
"Kenapa si pa, harus ditutupi segala sama Khadijah. Aku rindu ..."
"Maafin Khadijah ya pa, semua ini salah Khadijah!" tegasnya dengan terisak-isak sendirian.
Dadanya terasa begitu sesak dan penuh kala menatap wajah sedih sang papa yang tak mau sama sekali menatapnya sedikitpun.
Khadijah pun langsung memutuskan sambungan telepon itu dengan cepat dan kembali ke tempat tidurnya sebelum ke dua kakaknya kembali terbangun.
Setelah semalam penuh Bilal dan Abizar berjaga secara bergantian, kini keduanya bersiap untuk mengantar Khadijah kembali ke pondok karena kondisinya berangsur membaik. Dan Al telah memperbolehkannya untuk segera kembali ke pondok agar tidak merasa suntuk dirumah sakit.
"Abang akan mengantarmu." ucap Abizar sambil menenteng tas milik Khadijah.
Masih dengan sikap acuh, Khadijah berlalu dan segera masuk kedalam mobil dibangku paling belakang.
"Hei manusia aneh, itu bangku masih kosong ditengah ..."
"Maju!" sembur Bilal dengan sebuah candaan.
Sekali lagi, Khadijah benar-benar sedang tak ingin bersenda gurau hari itu . Dia masih dengan kukuh mempertahankan sikap dinginnya sambil menatap embun yang tertinggal di kaca mobil pagi hari itu.
Abizar yang sejak tadi mengamati keduanya, lantas memberikan sebuah isyarat pada Bilal untuk menghentikan aksinya saat itu juga.
Setibanya di pondok.
Saat Khadijah turun dari dalam mobil, terlihat para santriwati tengah bersiap untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Dan mau tidak mau, mereka juga menatap kehadiran ke dua kakak lelaki Khadijah disana.
Kedu…
Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Ku tagih janjimu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments