Usai mendapat kabar dari Bu Amelia, Pak Hilman segera berangkat ke pulau S, menemui Istri dan putra putrinya.
Hanya membutuhkan lima jam perjalanan, Pak Hilman sudah tiba di Desa Lestari
Kedatangannya di sambut bahagia oleh Datin, mereka seakan kembali berkumpul seperti masa remaja dulu.
Setelah bercengkrama dengan Istri dan Sahabat, Pak Hilman istirahat setelah lelah di perjalanan.
Keesokan hari, semua berkumpul dan membicarakan masalah pernikahan putrinya.
"Saya setuju, Rahmad menikah dengan Liana tapi, kita mengadakan nya di kota ya, sekalian merayakan pesta pernikahan Firdaus." ujar Pak Hilman.
"Kami setuju saja Pak Hilman. Lalu, kapan kita berangkat?" tanya Datin.
"Besok, kita akan pergi bersama." jawab Pak Hilman. "
Mereka semua mengangguk setuju, dan kesepakatan pun sudah rampung, tinggal eksekusinya.
Salam terdengar dari depan pintu, Yusuf dan Mahira baru saja datang, ingin menemui Firdaus dan Syarifah.
"Wah, ramai. Kapan datang Pak, Bu?" tanya Yusuf sambil mencium punggung kedua orang tua Firdaus.
"Kemaren." jawab Pak Hilman, "Kenapa baru ke sini?" tanya nya lagi.
"Lagi sibuk banget Pak, Maaf ya, baru sempat sekarang." jawab Yusuf.
"Iya, nggak apa-apa, namanya juga sibuk," balas Pak Hilman.
"Ayo duduk, Kita lagi ngobrolin pernikahan Rahmad sama Liana." Datin menimpali.
"Rahmad mau menikah, Alhamdulillah." ujar Mahira sambil melirik Yusuf yang sedari tadi mencuri-curi pandang pada Syarifah.
"Nanti, kalau Rahmad sudah menikah, jangan lagi melirik Wanita lain ya, apalagi Istri orang." sambung Mahira lagi.
Mendengar sindiran Mahira, Yusuf gelagapan sembari memalingkan wajah nya.
Syarifah merasa tidak nyaman, apalagi terang-terangan menyindir suami nya.
"Mas, kita keluar yuk." bisik Syarifah
"Ayo, Mas juga merasa terbakar kalau di sini," balas Firdaus pelan.
Syarifah tersenyum dan menggamit lengan Firdaus.
"Minta izin sana sayang, Aku juga merasa nggak nyaman di sini." bisik Syarifah lagi.
"Ok," sambil mengerlingkan matanya.
Setelah pamit pada yang lain, Firdau…
Cinta Di Ujung Senja
HAMIL
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments