Malam yang panjang buat pasangan pengantin baru, Gion sudah menyiapkan surprise untuk istrinya, Sinta
Begitu juga dengan Hendri, kata Bu Amelia, perlu obat kuat untuk menggempur indahnya malam pertama.
Tentu saja si lugu Hendri menerima usulan itu, bahkan Bu Amelia memberikan jamu kuat keluaran terbaru.
"Kalian harus memberikan cucu pada kami supaya rumah kita semakin ramai." ujar Bu Amelia pada kedua pemuda itu,
Bu Nur serta mama Fatimah mengangguk setuju dengan Bu Amelia, ketiga yang bergelar ibu memberi nasehat di luar nalar.
"Kalian harus minta cuti lebih pada Papa Hilman, agar berhasil memberikan kami cucu." ujar Bu Amelia.
"Benar Nak, apalagi Kiara itu sangat sibuk pada pekerjaannya, bisa-bisa Nak Hendri di abaikan sama Kiara." sambung mama Fatimah.
Kiara yang duduk tidak jauh dari para Emak itu menghela nafasnya,
"Aku anakmu Fatimah, bukan dia." gumamnya dalam hati,
"Hem," Kiara mendehem kencang agar Mama Fatimah mendengar.
Bukannya di lirik malah di abaikan, mama Fatimah masih asyik bercerita dengan dua mama lainnya serta dua pemuda itu.
"Mas Hendri, kita masuk ke kamar yuk." ajak Kiara menyelamatkan suaminya dari cengkraman wanita-wanita itu.
Hendri menoleh dengan senyum mengembang, seolah mengerti maksud dari Kiara.
"Ma, Hendri permisi dulu ya, Kiara sudah memanggil." pamit Hendri, ia beranjak dari kerumunan para emak itu.
"Iya, pergilah nak, berikan apa yang kamu inginkan." sahut Mama Fatimah
Hendri mengangguk, lalu melanjutkan langkahnya.
"Selamat.." ucapnya sambil mengusap dada.
Kiara tersenyum melihat wajah Hendri, walaupun beringas pada musuh, tapi sangat lembut pada keluarga.
"Betah banget di kerumuni emak-emak." ujar Kiara sambil menggandeng tangan suaminya.
Hendri tersenyum mendengar ucapan Kiara, mau gimana lagi, siapa yang berani melawan emak, ras terkuat di bumi. Pikir Hendri.
Sementara Gion, sudah sangat bosan pada wanita-wanita itu. Mereka memberi obat kuat, tapi menahannya di sana.
"Bu, boleh nggak Gion ke kamar, Gion sudah ngantuk." ucap G…
Cinta Di Ujung Senja
80
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments