Seminggu setelah acara tahlilan di rumah Firdaus, Bu Amelia semakin gencar menjodohkan Melli dengan putranya.
Namun, dia tidak tau kemana Firdaus serta ketiga cucunya
Bu Amelia bolak-balik menghubungi Firdaus, tapi tidak mengangkat ponselnya.
Sekalipun di angkat, Firdaus tidak pernah mengatakan tempat nya sekarang.
Bahkan, Firdaus akan menutup ponsel kalau bu Amelia menyebut nama Melly.
"Kenapa sih, apa salahnya menikah dengan Melly, apa dia masih berharap pada orang mati." kesal Bu Amelia sambil melempar ponsel.
"Apa sih ma, kenapa kesal begitu?" tanya pak Hilman heran melihat istrinya.
"Firdaus lho pa, apa salahnya memberitahu Mama dimana mereka. Mama kan, kangen dengan cucu kita." omel Bu Amelia.
"Mungkin putra kita butuh menyendiri, tentu sangat terpukul dengan kehilangan Syarifah. Papa saja belum percaya kalau Syarifah sudah tiada." kata pak Hilman lembut.
"Kalau sudah meninggal, ngapain masih di ingat-ingat lho pa. Apalagi Syarifah sudah lama meninggal, ya maksudnya sudah lama tidak memenuhi kebutuhan putra kita untuk apa masih di kenang."
Dahi pak Hilman mengernyit, menatap heran pada istrinya.
Memang, dia yang ingin Syarifah menjadi istri Firdaus.
Awalnya, Bu Amelia tidak setuju karena bibit bobot bebet, tapi pak Hilman bersikeras apalagi Firdaus sangat mencintai Syarifah.
Mau tidak mau Bu Amelia terpaksa setuju, setelah tau sifat menantunya Bu Amelia menjadi sayang dan sangat bersyukur.
Tapi, semua berubah setelah kondisi Syarifah semakin buruk.
"Ma, walaupun Firdaus putra kita, tapi kita tidak berhak mengatur kehidupannya. Firdaus pasti tau yang terbaik untuknya dan cucu-cucu kita." ucap pak Hilman.
"Papa terlalu membebaskannya, lihat sekarang, Firdaus tidak mendengarkan mama. Apa kurangnya Melly?, sudah cantik, kaya, berpendidikan, tidak seperti mantan-mantan istrinya." Bu Amelia melepaskan uneg-unegnya.
Pak Hilman menarik nafas dalam, istrinya sungguh keras kepala.
Ia ingin sekali marah memberi pelajaran pada istrinya, tapi menantunya memohon agar tidak…
Cinta Di Ujung Senja
77
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments