Darah memancar keluar, tubuh Anita luruh seketika.
"Fir apa yang terjadi?" tanya Hendri baru saja ingin membantu Firdaus.
"Dia bunuh diri." jawab Firdaus.
Anita melemah tidak bisa bicara, bibirnya bergerak seakan ingin mengatakan sesuatu.
"Tinggalkan saja dia, tolong bawa Syarifah ke rumah sakit." ungkap Hendri.
"Syarifah kenapa?" tanya Firdaus
"Dia pingsan, kakinya juga berdarah." jawab Hendri.
"Baiklah." Firdaus panik
Anita tertawa saat mendengar kondisi Syarifah membuat Firdaus naik pitam.
"Kau memang bukan manusia." bergegas Firdaus meninggalkan Anita
"Sya.." panggil Firdaus semakin panik mendengar tangisan orang-orang.
"Syarifah.. Bangun sayang?" tangis firdaus memeluk Syarifah.
Namun Syarifah tidak menjawab, matanya tertutup tampak pulas sekali.
"Mobil sudah siap." ucap Gion.
Firdaus mengangguk, lalu membopong istrinya.
Mobil meluncur meninggalkan kerumunan, membawa Syarifah ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit, Syarifah segera di bawa ke ruang UGD.
Firdaus mondar-mandir merasa bersalah, dia terbawa emosi sehingga membuat Syarifah terbengkalai.
"Lihatlah Anita, kalau terjadi sesuatu pada istriku maka kau pun menerima akibatnya." gumam nya.
"Pak Firdaus.." panggil Suster.
Firdaus mengangguk masuk ke ruang dokter.
"Silahkan duduk Pak." ucap Dokter.
Firdaus duduk, dia tidak bertanya karena takut jika sesuatu terjadi pada istrinya.
"Kondisi Bu Syarifah masih tidak sadarkan diri, ada indikasi karena luka di dalam kepala. Kita juga harus mengeluarkan bayi dari dalam kandungan agar Kami bisa melakukan tindakan lebih lanjut." papar Dokter.
"Apa itu tidak mempengaruhi Bayinya Dok?" tanya Firdaus, sungguh itu pilihan yang sulit mengingat ada tiga nyawa di dalam perut Syarifah
"Tidak ada masalah karena di usia tujuh bulan bayi sudah sempurna." jawab Dokter.
"Baiklah Dok, lakukan yang terbaik." ucap Firdaus.
Air mata nya bergulir tidak dapat menahan kesedihannya.
Ketiga buah hatinya harus menanggung kesalahannya.
Jika seandainya Anita hilang dari permukaan bumi, pasti hal…
Cinta Di Ujung Senja
70
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments