Firdaus tidak kuasa menahan tangisnya, rasa sesak selama lima tahun terakhir ini membuatnya tidak mampu berpura-pura tegar di depan anak-anak nya.
"Papa jangan nangis." Arkana menghapus air mata Firdaus.
Bukannya berhenti air mata Firdaus semakin mengalir.
Mungkin dunia akan bilang, "Dia pria cengeng." karena mereka tidak merasakan seperti yang di rasakannya.
"Papa nggak nangis ko'" sahut Firdaus sambil memaksakan senyum.
Salam terdengar dari arah pintu, Bu Amelia bersama Pak Hilman datang berkunjung.
"Kayaknya Opa sama Oma di luar, Papa keluar dulu ya?"
"Iya Papa." jawab ketiga anaknya.
Firdaus beranjak dari ruangan khusus itu untuk menemui kedua Orangtuanya.
"Anak-anak mana Fir?" tanya Bu Amelia sambil mengedarkan pandangan mencari cucu-cucunya.
"Di kamar Syarifah Ma." jawab Firdaus.
Bu Amelia menghela nafas, bukannya tidak sayang, tapi kasihan anak dan cucunya.
"Fir, lebih baik kamu menikah lagi daripada terus-terusan berharap tapi tak ada perubahan." ungkap Bu Amelia.
Firdaus muak mendengar omongan Mamanya setiap bertemu akan ada pembicaraan begini.
"Maaf Ma, aku nggak bisa." tolak Firdaus.
"Apa kamu nggak kasihan melihat anak-anakmu?, tumbuh besar tanpa seorang ibu, kamu harus paham keinginan mereka Firdaus." tekan Bu Amelia.
"Mama..jangan memaksa Firdaus." ucap Pak Hilman pusing setiap bertemu istrinya terus meminta Firdaus menikah.
Walaupun sebenarnya dia juga setuju, tapi dia tidak mau memaksa.
Firdaus terdiam tidak bisa memikirkan apapun, dia sangat mencintai istrinya akan selalu mengusahakan apapun demi kesembuhan Syarifah.
Biarpun dokter telah angkat tangan, tapi dia percaya bahwa istrinya akan sembuh.
"Mama sudah pilih siapa yang menjadi ibu pengganti Cucuku." ucap Bu Amelia.
"Ma.. Bisa nggak sih Mama mengerti aku!, kalau Mama begini, aku akan pergi jauh bersama anak dan istriku." tegas Firdaus, lalu beranjak dari hadapan Orangtuanya.
Bu Amelia tercekat mendengar ucapan Firdaus.
Dia hanya ingin berbuat yang terbaik agar cucunya terurus. Pikirnya
"Mama ja…
Cinta Di Ujung Senja
MAMA BARU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments