"Lah, jadi yang mas pakai ini milik siapa?" tanya Hendri bingung.
"Ya punya Kiara mas, masa' punya tetangga." jawab Kiara asal.
Hendri tertawa mendengar celotehan Kiara, ada-ada saja memang, darimana celana dalam tetangga nyangkut di kamar mereka, kamar hotel lagi.
Bergegas Hendri membuka celana dalam Kiara, lalu mengganti celana dalamnya asal.
"Biarin sajalah, depan kebelakang yang belakang kedepan yang penting di bungkus saja." gerutu Hendri buru-buru.
Ketiga bocah Firdaus itu sudah menggedor-gedor pintu kamar tidak sabar, sehingga membuat kedua pasangan itu panik, asal pakai saja.
Hendri bersama Kiara berlari kearah pintu, lalu membukanya dengan memasang wajah tersenyum, nafas mereka ngos-ngosan seperti lari maraton.
"Hai anak-anak.." sapa Hendri dengan bibir terangkat.
"Hai om Hendri, hahaha.." sahut ketiga bocah itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Hendri mengernyitkan keningnya, lalu menatap pada Kiara. sama dengan Hendri, Kiara mengernyitkan keningnya melihat tawa bocah itu.
"Kenapa?" tanya Kiara pelan.
Hendri menggelengkan kepalanya sambil mengangkat bahu tidak mengerti,
"Om, kenapa jadi perempuan?" tanya Arkana tertawa.
Mata Hendri membola mendengar penuturan Arkana,
"Hahaha..." Kiara tertawa saat melirik kearah Hendri, ia baru menyadari kalau suaminya tidak memakai pakaiannya.
Hendri menurunkan pandangannya melihat lingerie merah milik Kiara.
"Auu.." Hendri menutup dada serta bagian bawahan dengan kedua telapak tangannya.
"Hahaha..." Kiara serta ketiga bocah itu semakin tertawa lucu sekali.
Kiara tidak memperhatikan pakaian suaminya, tadi mereka buru-buru asal memakai apapun yang tersentuh tangan.
Hendri memakai lingerie merah miliknya, untungnya bukan lingerie menerawang sehingga tidak menodai mata-mata polos itu.
Sedangkan Kiara memakai kemeja Hendri, itupun kancing tidak sesuai lobangnya.
Akhirnya Hendri ikut tergelak melihat keabstrakan mereka.
"Om sama Tante lagi main tebak-tebakan yang kalah harus memakai baju merah ini, lalu om kalah, terpaksa deh om…
Cinta Di Ujung Senja
81
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments