Rigi sampai menangis melihat pertengkaran mereka dan akhirnya Bang Dallas turun tangan.
"Kau maki Dindra, aku tidak ingin ikut campur. Tapi jangan mempengaruhi perasaan Rigi. Istriku takut, nggak kuat mental, Her..!!"
"Lihat Dindra, apakah dia ada kuat mental????Yang ada di pikirannya hanya kabur dan kabur saja. Jodoh kita terlalu kecil, kenapa Opa tidak memilih gadis yang lain??" Bang Herca terasa frustasi memikirkan Dindra. Ia menengadah hendak mengambil rokok tapi mengurungkannya.
"Bang, sebenarnya........."
Secepatnya Dindra menghentikan Rigi untuk bicara. Ia tidak ingin siapapun tau tentang apa yang dirasakannya.
Suasana masih terasa panas. Bang Dallas juga akhirnya meminta Rigi untuk duduk tenang.
Beberapa menit berlalu, mereka sudah tiba di mess transit.
"Kalian disini saja. Dindra kamar A, Rigi kamar B." Kata Bang Dallas.
Awalnya mereka tidak ingin terpisah tapi setelah mendengar jawaban Bang Herca akhirnya Rigi mau mengerti. Alasan utamanya adalah kenyamanan privasi.
"Kalau kita di pisah, bisa saja Om Her berbuat macam-macam. Lebih baik kami jadi satu mess saja." Protes Dindra.
"Statusmu istri saya. Kalau ada Rigi, saya tidak bebas keluar masuk ruang mess. Lagipula saya bawa kunci kamar A, jangan sampai saat saya masuk kamar yang ada ternyata hanya ada Rigi."
"Pertanyaannya, untuk apa Om masuk kamar perempuan??"
"Benar-benar otak udang, isi kepala t*i semua. Kamu tidak menyimak ucapan saya? Statusmu adalah istri saya disini."
"Ng_gak ma_u."
Bang Dallas langsung mengajak Rigi untuk menempati kamarnya sendiri. Memang bisa saja Rigi dan Dindra bersama, hanya saja memang dirinya dan adiknya itu membuat kesepakatan kalau para gadis lebih baik pisah kamar.
Rigi mengikuti langkah Bang Dallas, di belakangnya ada Om Purwo yang siap siaga membantu. Hari sudah mau hujan karena langit sudah terlihat mendung dan gelap.
Dindra masih berdiri terpaku. Tak ingin pusing dengan situasi, Bang Herca segera memasukan barang milik Dindra ke kamar A. Hujan tipis mulai tu…
Batalyon Pulau Karang 2
6. masih tersimpan sisa luka.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Nurhayati Nia
iya abang herda jangan kau jadikan trauma mu untuk balas dendam kasihan dindra iya juga mengalami trauma dan kekecewaan yang sangat berat kepada papa nya
2025-04-11
1
Mika Saja
ternyta salah paham berlanjut ke bang herca
2025-04-12
1