Karena Dindra sudah membuat kekacauan, Bang Herca menghukum sang istri agar memijati kepalanya yang terasa berat.
Saat itu sesekali Dindra melihat air mata Bang Herca menitik di sela mata. Dindra pun segera menghapusnya. Dirinya sungguh tidak paham bagaimana ketakutannya hati Bang Herca, yang dirinya tau suaminya sedang sakit kepala.
Jika di minta mengingat kejadian kemarin dan hari ini sungguh Bang Herca memilih tenggelam saja ke dasar jurang. Melihat wajah Dindra jelas sang istri tidak memiliki rasa menyesal karena kepolosannya.
"Nanti kita main di sungai, Abang temani..!! Tapi sore ya, setelah Abang lepas dinas." Ujar Bang Herca mengalah, dirinya sudah berjanji akan menemani dan mengawasi setiap gerak Dindra.
"Boleh, Bang??" Tanya Dindra takjub.
"Boleh."
"Kalau pancing belut?" Tanya Dindra lagi.
"Belut Abang masih kurang?" Jawab Bang Herca setengah melotot namun dengan suara rendah.
Dindra menunduk lesu, itu berarti memang Bang Herca tidak mengijinkannya.
Lagi-lagi Bang Herca lemah dan tidak sanggup melihat ekspresi wajah sedih Dindra, ia menghela nafas pelan lalu kembali memejamkan matanya.
"Pijat lagi kepala Abang..!!" Perintahnya.
Beberapa detik tidak ada suara apapun, akhirnya Bang Herca mendesah. "Memangnya mau di apakan belutnya???"
"Hanya pegang saja." Jawab Dindra jujur.
Ingin bertahan dengan sikap cool nya tapi nyatanya jawaban Dindra tetap membuatnya gelisah dengan pikirannya sendiri.
"Kalau mau pegang belut kenapa harus berkubang lumpur sih, dek. Nyelam di kamar sama Abang juga pasti Abang turuti." Celetuk Bang Herca santai.
Untuk sejenak Dindra ternganga menerka arah pembicaraan Bang Herca tapi kemudian seluruh keluarga meninggalkan tempat mendengar obrolan khas pasutri.
Dindra pun mulai paham dan menunduk malu. Dindra kemudian berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Abang, Dindra pernah dengar katanya kalau masih pengajuan nikah tidak boleh hamil."
"Memang, itu masuk pelanggaran dan sebenarnya 'hamil duluan' juga mempengaruhi 'penilaian' dima…
Batalyon Pulau Karang 2
16. Ujian.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Nurhayati Nia
ayo bang herca curhat lah pada abang mu jangan kau simpan sendiri keresahan mu
2025-04-16
1
dyah EkaPratiwi
bang herca sakit apa ini
2025-04-21
0
Mika Saja
sakit apa banh herca
2025-04-16
0